Sabtu, 23 Mei 2026

Pemkab Nunukan

Dukung Program SIRAM, Pemkab Nunukan Dorong Sinergi Migas untuk Perkuat Layanan Desa

Program SIRAM dan bantuan 30 bio septic tank jadi langkah awal, Pemkab Nunukan dorong sinergi migas dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Tayang:
HO/Titus Prokopim Setkab Nunukan
KOMITMEN DUKUNG MIGAS - Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Setkab Nunukan Juni Mardiansyah, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menegaskan komitmennya mendukung peningkatan layanan dasar masyarakat desa melalui sinergi dengan sektor migas. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menegaskan komitmennya mendukung peningkatan layanan dasar masyarakat desa melalui sinergi dengan sektor migas.

Hal ini disampaikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Setkab Nunukan Juni Mardiansyah, saat menghadiri seremoni Program Sanitasi Inovatif Ramah untuk Masyarakat (SIRAM) yang digelar SKK Migas bersama JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Jumat (28/11/2025).

Juni mengatakan Pemkab Nunukan memberikan apresiasi atas bantuan sanitasi yang disalurkan perusahaan.

"Kita juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dampak sosial dari operasional migas, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat lokal," ujar Juni saat dikonfirmasi TribunKaltara.com, Minggu (30/11/2025).

Baca juga: Pemkab Nunukan Bantah Isu Ketimpangan Anggaran, Pastikan Rancangan APBD 2026 Lebih Proporsional

Juni mengatakan, pemerintah menyambut baik penyaluran 30 unit bio septic tank dan closet untuk mendukung program Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Ia menilai langkah ini bukan hanya membangun sanitasi sehat, tetapi juga modal penting menuju desa mandiri.

"Kami berharap kerja sama ini terus berkembang, bukan hanya berbentuk fasilitas, tetapi juga kesempatan kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal," tuturnya.

Pemerintah mendorong perusahaan lebih terbuka menyerap tenaga kerja dari wilayah sekitar agar masyarakat merasakan langsung manfaat keberadaan migas.

Lebih lanjut, Juni mengungkap dua persoalan mendesak warga Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, yaitu tingginya harga LPG subsidi 3 kg yang mencapai Rp90.000 per tabung akibat pasokan dari luar daerah.

"Pemkab Nunukan telah mengusulkan tambahan kuota 3.833 metrik ton agar distribusi LPG dapat masuk melalui jalur resmi dan harga lebih terkendali, sehingga UMKM dan rumah tangga tidak terdampak," ungkapnya.

Selain itu, ia menambahkan rencana pembangunan Jalan Atap Sembakung saat ini sudah dalam proses identifikasi lahan dan ditargetkan mulai perencanaan pada 2027.

"Jika akses jalan selesai, kawasan Tepian hingga Tanggul dan Atap akan ikut berkembang. Mobilitas warga akan lebih mudah dan mendorong ekonomi desa," kata Juni.

Perwakilan JOB Pertamina–Medco E&P Simenggaris, Dennie Junaidi Dharma, menyampaikan bahwa Program SIRAM dirancang lebih dari sekadar bantuan fisik, tetapi juga edukasi perilaku hidup bersih dan pendampingan pengelolaan sanitasi.

"Kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sangat penting membangun lingkungan yang sehat dan berkelanjutan," ucapnya.

(adv)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved