Breaking News:

Penerimaan Pajak

Penerimaan Pajak Turun Sejak Maret 2020, Pemprov Kaltara Terbitkan 2 Pergub

Penerimaan pajak di Kalimantan Utara (Kaltara), menurun sejak Maret 2020

TRIBUNKALTARA/AMIRUDDIN
Kepala Bidang Pajak pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kaltara, Imam Pratikno 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Penerimaan pajak di Kalimantan Utara (Kaltara), menurun sejak Maret 2020.

Tren penerimaan pajak sangat lambat, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pajak pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kaltara, Imam Pratikno, saat ditemui di Gedung Gabungan Dinas Kaltara, Jl Rambutan, Tanjung Selor.

"Penurunan penerimaan pajak kita jauh sekali, jika dibanding tahun lalu," kata Imam Pratikno, kepada TribunKaltim.co, Rabu (16/9/2020).

KPU Bulungan Beri Teguran Bapaslon yang Melanggar Protokol Kesehatan

Pemilih Suhu Tubuh di Atas 37,3 Derajat Celcius Masuk di Ruangan Khusus

KPU Kaltara Beberkan Gegara Gelar Magister Bapaslon Udin-Undunsyah Belum Serahkan Dokumen Perbaikan

Seyogyanya kata dia, penerimaan pajak di Kaltara bulan ini, telah mencapai 60 sampai 70 persen.

Tetapi saat ini, penerimaan pajak di Kaltara baru mencapai sekira 58,46 persen dari lima jenis pajak.

Lima jenis pajak yang dimaksud, yakni pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan (PAP), dan pajak rokok.

Terbitkan Pergub

Imam Pratikno menambahkan, untuk mendongkrak penerimaan pajak, Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, menerbitkan peraturan gubernur (Pergub).

Yakni, Pergub Nomor 44 Tahun 2020, tentang Pemberian Pembebasan Pokok Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kedua dan Seterusnya yang Tidak Terdaftar di Provinsi Kaltara.

Halaman
12
Penulis: Amiruddin
Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved