Senin, 8 Juni 2026

Gerakan 30 September

G30S/PKI Momen Kelam Ketika Kehidupan Keluarga DN Aidit Berubah Drastis, Sempat Disegani Dunia

Pasca G30S/PKI, menjadi momen kelam ketika kehidupan keluarga Ketua Umum PKI DN Aidit berubah drastis, sempat disegani dunia, langsung diburu tentara.

Tayang:
DOK KOMPAS
DN Aidit (kanan) berbincang dengan Presiden Soekarno. (DOK KOMPAS). 

Dikenal sebagai Peristiwa G-30-S tersebut menuduh PKI di balik peristiwa tersebut dan DN Aidit sebagai dalangnya.

Akibatnya, DN Aidit diburu oleh tentara.

Tak hanya kehidupan DN Aidit yang berubah semenjak saat itu, keluarganya juga menjadi sorotan masyarakat.

Berikut sekilas kisah keluarga DN Aidit setelah peristiwa G30S dikutip dari buku Aidit: dua wajah Dipa Nusantara, seri buku Tempo: Orang Kiri Indonesia.

Ayahanda Aidit

Ayahanda Aidit, Abdullah menginap di kediaman sang anak ketika malam 30 September 1965.

Saat itu, ia melihat DN Aidit dibawa pergi tiga tentara bersama pengawal pribadi bernama Kusno.

Kala kejadian tersebut, sebenarnya ayahanda Aidit telah menetap di Belitung.

Ayahanda Aidit melihat massa berteriak-teriak saat mendatangi rumah DN Aidit.

Kejadian tersebut berlangsung saat hari ditemukannya lima jenazah Jenderal di Lubang Buaya.

Adanya peristiwa itu, ayahanda Aidit kerap menghibur cucu-cucunya jika Aidit dan ibunda mereka akan pulang.

Putra bungsu Abdullah Aidit, Murad Aidit menyatakan, sang ayah terbang ke Belitung kemudian dan menetap disana.

3 tahun setelahnya, sang ayah jatuh sakit dan meninggal dunia saat rumah kosong karena sang istri, menginap di rumah saudaranya.

Tetangga tak mengetahui jika Abdullah telah meninggal dunia karena jarang ke rumah tersebut, takut terkena getah peristiwa G30S.

Hingga kemudian, jenazah Abdullah membusuk tiga hari.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved