Minggu, 19 April 2026

Gerakan 30 September

G30S/PKI Momen Kelam Ketika Kehidupan Keluarga DN Aidit Berubah Drastis, Sempat Disegani Dunia

Pasca G30S/PKI, menjadi momen kelam ketika kehidupan keluarga Ketua Umum PKI DN Aidit berubah drastis, sempat disegani dunia, langsung diburu tentara.

DOK KOMPAS
DN Aidit (kanan) berbincang dengan Presiden Soekarno. (DOK KOMPAS). 

TRIBUNKALTARA.COM - Pasca G30S/PKI, menjadi momen kelam ketika kehidupan keluarga Ketua Umum PKI DN Aidit berubah drastis, sempat disegani dunia, langsung diburu tentara.

Peristiwa tanggal 30 September atau disingkat G30S/PKI, menjadi momen kelam bagi bangsa Indonesia, lantaran sejumlah Jenderal gugur bertumbangan hingga mayatnya dibuang ke Lubang Buaya.

Seperti diketahui, G30S/PKI merupakan peristiwa ketika malam di tanggal 30 September sampai 1 Oktober 1965.

Peristiwa itu tak lepas dari sosok ketua umum PKI Dipa Nusantara Aidit atau yang akrab dikenal DN Aidit.

Berikut Awal Dana Kampanye Tiga Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara

Blak-blakan Rizky Billar Beri Respons Menohok Setelah Lesti Kejora Keceplosan Panggil Sayang

Kelakuan Jose Mourinho Hadapi Chelsea, Ribut dengan Frank Lampard hingga Buntuti Eric Dier ke Toilet

Satgas TMMD Kodim 0907 Tarakan Siap Pasang Tiang Pancang Jembatan, Warga Antusias Ikut Bantu

Berdasarkan sumber yang dihimpun Tribun, DN Aidit merupakan pria kelahiran Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, pada 30 Juni 1923.

Tahun 1940 DN Aidit memberanikan diri merantau ke Jakarta.

Ia sempat mendirikan perpustakaan Antara di daerah Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat.

Kemudian, DN Aidit mempelajari politik Marxis melalui Perhimpunan Demokratik Sosial Hindia Belanda.

Berawal dari situ, DN Aidit mulai berkenalan dengan tokoh politik Indonesia seperti Adam Malik, Chaerul Saleh, Bung Karno, Bung Hatta, dan Mohammad Yamin.

Pada tahun 1954, DN Aidit terpilih menjadi anggota Central Comitee (CC) PKI pada Kongres PKI.

Selanjutnya, DN Aidit terpilih juga menjadi Sekretaris Jenderal PKI.

DN Aidit sebagai pemimpin PKI membuat partai tersebut menjadi partai komunis ketiga terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Cina.

Di zaman itu juga, PKI mempunyai program untuk segala lapisan masyarakat seperti Pemuda Rakyat, Gerwani, Barisan Tani Indonesia (BTI) dan Lekra.

Hal itu sempat membuat nama DN Aidit disegani di dunia.

Pada 30 September 1965 terjadi peristiwa penculikan dan pembunuhan yang dilakukan suatu kelompok militer pimpinan Let. Kol. Untung.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved