Hari Batik Nasional
Sejarah Hari Batik Nasional, Sejak Thomas Stanford Raffles Jatuh Cinta, Batik Nusantara Mendunia
Berikut ini sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, sejak Gubernur Jenderal Thomas Stanford Raffles jatuh cinta, batik nusantara mulai mendunia.
Batik di pesisir Jawa berbeda dengan batik di Solo dan Yogyakarta. Batik di pesisir Jawa berlatar putih dan diimbuhi beraneka warna.
• BERANI Kritik Jajaran Jokowi Tangani Covid-19, Epidemiolog: Ada Menteri yang Pintar Memarahi Orang
Pewarnaan batik pesisir untuk warna biru atau nila berasal dari penggunaan tanaman indigo, tarum/bom. Sedangkan warna merah marun dari tanaman mengkudu.
Peneliti batik lainnya, antropolog Rens Heringa dan sosiolog Hermen C Veldhuisen yang juga kolektor batik. Kedua peneliti ini orang Belanda.
Menurut Rens Heringa, batik pesisir sudah mulai berkembang sejak abad ke-15. Pada abad ke-15, menurut Heringa, pesisir Jawa sudah dikuasai kerajaan Islam dan menjadi pusat perdagangan.
Sumber: Batik Pesisir Pusaka Indonesia: Koleksi Hartono Sumarsono (2011)
(*)
Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com
Follow Twitter TribunKaltara.com
Follow Instagram tribun_kaltara
Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/proses-belajar-batik-02102020.jpg)