Breaking News:

Kemendikbud Catat, Usai Demonstrasi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja 123 Mahasiswa Positif Covid-19

Kemendikbud catat, usai demonstrasi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja 123 mahasiswa positif Covid-19.

Tribunnews/Danang Triatmojo
BEM SI yang menggelar demo tolak UU Cipta Kerja, Jumat 16 Oktober 2020. Tribunnews/Danang Triatmojo 

TRIBUNKALTARA.COM - Kemendikbud catat, usai demonstrasi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja 123 mahasiswa positif Covid-19.

Mahasiswa yang tercatat terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari beberapa daerah di Indonesia.

Dan, untuk data sebanyak 123 mahasiswa ini merupakan data sementara yang telah dihimpun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud).

Demonstrasi tolak UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu (Tribunnews)
Demonstrasi tolak UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu (Tribunnews) (Kompas.com)

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), Nizam, menyebutkan bahwa ada 123 mahasiswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja.

Hal itu diketahui dari laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

“Setelah demo itu, tim Satgas Covid-19, Prof Wiku melaporkan, ada 123 mahasiswa yang positif kena Covid-19," ujar Nizam dalam diskusi bertajuk ‘Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Kampus’, Minggu (18/10/2020).

“Di Jakarta ada 34, di Medan ada 21, di Surabaya ada 24, di Bandung ada 13. Jadi banyak, ada dimana-mana. Itu yang terdeteksi," kata dia.

Baca juga: Di Balik Kemenangan AC Milan atas Inter Milan, Ada Pengorbanan Ibrahimovic, Disiksa Stefano Pioli

Baca juga: Prabowo Sebut Demo UU Cipta Kerja Dibiayai Asing, Gerindra Luruskan Pernyataan: Berdasarkan Keilmuan

Baca juga: Karakter Adit Jayusman Diungkap Olin Mendeng, Pacar Ayu Ting Ting Dipuji: Bukan Orang yang Genit

Baca juga: Samsul Bahri Pelaku Pembunuh Rangga dan Pemerkosa Ibu Muda di Aceh, Tewas di Sel Tahanan Mapolres

Oleh sebab itu, Kemendikbud melalui Dirjen Dikti mengeluarkan imbauan agar mahasiswa tidak melakukan unjuk rasa, sebab Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19.

Kendati demikian, Nizam menegaskan, tidak ada larangan demo dalam surat edaran yang dikeluarkan.

"Di dalam surat edaran saya, sama sekali tidak ada larangan untuk demo, mohon dibaca dan dibaca lagi," ujar Nizam.

Halaman
123
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved