Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Tak Digaji, 11 PMI Kabur Dari Perusahan Serawak Malaysia, Berikut Keterangan Kepala BP2MI Nunukan

Tak digaji, 11 PMI kabur dari perusahan Serawak Malaysia, berikut keterangan Kepala BP2MI Nunukan.

HO/ Viktor
Ilustrasi - Sebanyak 11 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kabur dari PT KHAS Pelita Lawas Serawak, Malaysia Barat, tiba di Bandara Nunukan, Rabu (27/01/2021) sore. (HO/ Viktor) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Tak digaji, 11 PMI kabur dari perusahan Serawak Malaysia, berikut keterangan Kepala BP2MI Nunukan.

Sebanyak 11 orang Pekerja Migran Indonesia ( PMI) kabur dari PT KHAS Pelita Lawas Serawak, Malaysia Barat, menuju Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), melalui jalur samping (ilegal).

Dari 11 orang PMI itu, 7 orang diantaranya laki-laki dewasa, 3 orang perempuan dewasa dan 1 orang anak-anak.

Baca juga: Beri Dukungan Kepada Pemimpin Jadi Pesan Wagub Kaltara Udin Hianggio Jelang Habis Masa Jabatan

Baca juga: 67 Pekerja Migran Indonesia & 5 WNI Pelancong dari Malaysia Ikuti Karantina 5 Hari di Nunukan

Baca juga: Mahkamah Konstitusi Tunda Sidang Sengketa Pilkada Malinau, Cek Agenda dan Jadwal Sidang Berikutnya

Belakangan diketahui, 11 orang PMI itu sudah bekerja satu tahun setengah di PT KHAS Pelita Lawas Serawak, Malaysia Barat.

Kejadian itu dibenarkan oleh Kepala BP2MI Nunukan, Kombes Pol Hotma Viktor Sihombing.

"Betul, saya dapat telepon dari Camat Krayan, di wilayahnya ada 11 orang PMI yang kabur dari PT KHAS Pelita Lawas Serawak, Malaysia Barat," kata Hotma Viktor Sihombing kepada TribunKaltara.com, Jumat (29/01/2021), pukul 15.00 Wita.

Menurut pria yang akrab disapa Viktor itu, 11 PMI itu merupakan warga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan yang berangkat ke Malaysia sekira pertengahan 2019 lalu, menggunakan paspor pelawat.

"Mereka bekerja di perusahaan itu sudah satu tahun setengah. Awalnya mereka berangkat dari Bulukumba ke Nunukan, kemudian buat paspor pelawat. Dari Nunukan terus ke Tawau lanjut Kota Kinabalu sampai ke Serawak. Jadi perjalanan mereka dulu itu legal, tapi pakai paspor pelawat. Sampai di sana malah bekerja di perusahaan," ucap Viktor.

Viktor mengaku, 11 orang PMI itu tidak digaji selama pandemi Covid-19, sehingga mereka memilih kabur dari majikan tanpa membawa paspor.

"Paspornya ditahan oleh majikan. Selama pandemi Covid-19 mereka gajinya tidak lancar. Akhirnya memutuskan kabur dari perusahaan ke Krayan lewat jalur samping, ilegal," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved