Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Jelang Perayaan Tahun Baru China, Begini Cara Warga Tionghoa di Nunukan Rayakan Imlek Tahun 2021

Jelang perayaan Tahun Baru China, begini cara warga Tionghoa di Nunukan rayakan Imlek tahun 2021.

TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Klenteng Tri Dharma San Sen Kong, di Jalan Pembangunan RT 10, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (11/02/2021). TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Jelang perayaan Tahun Baru China, begini cara warga Tionghoa di Nunukan rayakan Imlek tahun 2021.

Perayaan Imlek tahun 2021 akan tampak berbeda dari tahun sebelumnya, lantaran pandemi Covid-19 tak kunjung reda.

Hal serupa dialami oleh warga Tionghoa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Kumpulan Lagu yang Cocok Didengarkan Rayakan Imlek Besok, Lengkap Ucapan Selamat Tahun Baru China

Selamat Tahun Baru Imlek 12 Februari 2021, Tak cuma Gong Xi Fa Cai yang Cocok Dibagikan di Medsos

Tahun Baru Imlek 2021, BMKG Tarakan Prediksi Bulungan Bakal Diguyur Hujan Disertai Petir Besok

Sebelumnya perayaan Imlek berjalan dengan euforia Barongsai, namun kali ini bakal berlangsung sangat sederhana.

Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nunukan Agama Konghucu, mengatakan, perayaan Imlek kali ini dibatasi dari segi jumlah umat yang masuk beribadah ke dalam Klenteng.

Tak hanya itu, budaya silahturahmi dari rumah ke rumah yang biasa dilakukan saat perayaan Imlek, kini berlangsung dalam jaringan (Daring).

"Kalau tahun sebelumnya mayoritas warga Tionghoa di Nunukan berangkat keluar kota mengunjungi keluarga masing-masing. Sekarang semua berkumpul di Nunukan. Tapi silaturahmi sesama keluarga secara Daring. Paling silahturahmi satu atap saja artinya di dalam rumah saja tidak mengundang keluarga dari luar rumah," kata Susanto kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, Kamis (11/02/2021), pukul 18.00 Wita.

Susanto mengaku, ibadah jelang perayaan Imlek sudah dilakukan warga Konghucu sejak pagi tadi.

Kendati begitu, penerapan protokol kesehatan mulai mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak saat ibadah tetap dilakukan.

"Untuk warga Tionghoa di Nunukan hanya 120 KK lebih. Jadi kami bisa atur teknis ibadah. Dalam agama kami tidak tergantung waktu. Jadi kami bisa lakukan ibadah pagi, siang sore dan malam. Kami sudah beritahukan kepada warga Tionghoa, kalau ada waktu kosong bisa ibadah. Misalnya yang datang 10 orang, 4 orang lebih dulu masuk secara bergantian. Setelah ibadah pun disarankan tidak bersentuhan tangan," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved