Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Jelang Cap Go Meh 2021, Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia Tarakan Sebut tiada Pawai Lampion

Jelang Cap Go Meh 2021, Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia Tarakan sebut tiada pawai lampion.

TribunKaltara.com / Risnawati
Umat Khonghucu di Tarakan saat melakukan ibadah di Klenteng Toa Pek Kong Tarakan. (TribunKaltara.com / Risnawati) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Jelang Cap Go Meh 2021, Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia Tarakan sebut tiada pawai lampion.

Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kota Tarakan, Ayi Diyanto mengatakan perayaan Cap Go Meh Tahun ini tidak dirayakan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh tak kunjung meredanya Pandemi Covid-19 di Indonesia khususnya Kota Tarakan.

Baca juga: Tak Kalah Sakral dengan Tahun Baru Imlek, Berikut Tradisi Tionghoa kala Cap Go Meh, Tanggal Berapa?

Baca juga: Usai Imlek, Ketua Pelestari Tradisi Tionghoa Sebut Tiada Perayaan Cap Go Meh 2021 di Tanjung Selor

Baca juga: Apa Makna Cap Go Meh? Beda dengan Imlek Sama Seperti Valentine? Hari saat Lajang Bertemu Lawan Jenis

"Dirayakan, tapi tidak harus mesti seperti yang biasanya kan. Jadi biasa sembahyang saja," ujarnya, Kamis (25/2/2021)

Dia sampaikan, kalau Imlek merupakab awal dari penyambutan Tahun Baru China, maka Cap Go Meh merupakan penutup Tahun Baru China.

"Sama juga kaya Imlek itu. Cap Go Meh ini istilahnya sudah kita menjalankan Imlek selama 15 hari ini, saling maaf-memaafkan.

Acaranya ini kan sudah 15 hari, berarti berakhir sudah istilah Imlek ini," jelasnya.

Dia sampaikan, di tahun-tahun sebelumnya, Cap Go Meh erat dimeriahkan dengan pawai atau karnaval lampion, namun tahun ini tidak dapat dilaksanakan.

Baca juga: LENGKAP Jadwal Perayaan Cap Go Meh 2021, Tradisi, Makna & Perbedaannya dengan Tahun Baru Imlek 2572

Baca juga: Tiada Tarian Barongsai Hingga Cap Go Meh, Begini Suasana Perayaan Tahun Baru Imlek di Tanjung Selor

Baca juga: Tak Kalah Sakral dengan Tahun Baru Imlek, Berikut Tradisi Tionghoa kala Cap Go Meh, Tanggal Berapa?

"Sebelumnya itu kan Cap Go Meh kita adakan pawai lentera. Acaranya itu biasanya ada barongsai keliling.

Tahun ini kan tidak ada, semua kegiatan itu sama tetap berdoa juga, sembahyang. Cuma kaya barongsai tidak ada lagi di adakan sama sekali," imbuhnya.

"Iya ngga ada. Dulu kan kita pernah buat karnaval gitu, pawai lampion. Sekarang kan sudah ngga ada (karena Covid-19)," lanjutnya.

Penulis: Risnawati

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Penulis: Risnawati
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved