Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Niat Jenguk Keluarga, WNI Asal Parepare Sulsel Terjebak Lockdown Satu Tahun: Saya Kapok ke Malaysia

Niat menjenguk keluarga, WNI asal Parepare Sulsel malah terjebak lockdown satu tahun: saya kapok ke Malaysia

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Ali Bin Panawe, satu diantara 8 WNI yang dideportasi dari Malaysia, Rabu (10/03/2021), malam. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Niat menjenguk keluarga, WNI asal Parepare Sulsel malah terjebak lockdown satu tahun: saya kapok ke Malaysia lagi

Niat jenguk keluarga, WNI ini malah tejebak lockdown selama satu tahun di Sempurna, Malaysia.

Sebanyak 50 Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) dan 8 WNI dideportasi dari Malaysia kembali ke tanah air melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Rabu (10/03/2021), pukul 20.00 Wita.

Sebanyak 50 PMI itu terdiri dari perempuan 13 orang dan laki-laki ada 37 orang.

Sementara dari 8 WNI, ada 5 orang perempuan, 2 orang laki-laki, dan 1q reanak-anak.

Ali Bin Panawe, satu di antara 8 WNI yang dideportasi dari Malaysia itu mengaku terjebak lockdown selama satu tahun di Negeri jiran, Malaysia itu.

Baca juga: Malaysia Kembali Deportasi 58 WNI, Kini Tertahan di Nunukan Kaltara, Begini Nasibnya Sekarang

Baca juga: 2 Kapal Layani Tol Laut ke Wilayah Nunukan, Dinas Perdagangan Beber Tarif Sementara Surabaya-Nunukan

Baca juga: WNI Sering Ditangkap di Perbatasan RI-Malaysia, Pos Terpadu Bakal Dibangun di Sei Ular Nunukan

"Awal tahun 2020 lalu saya masuk ke Malaysia lewat jalur resmi. Rencana jenguk keluarga di Sempurna. Tapi karena Malaysia lockdown makanya saya tertahan di Malaysia. Tinggal sama keluarga," kata Ali Bin Panawe kepada TribunKaltara.com, Kamis (11/03/2021).

Ali mengaku, selama berada di Malaysia ia tak dapat bekerja, lantaran paspor yang dimilikinya hanya sebatas pelawat.

"Saya tertahan di Malaysia, menumpang sama keluarga. Nggak ada kerjaan, karena paspor saya pelawat. Saya hanya tolong keluarga bertukang di rumah saja. Ada dikasi uang harian sedikit untuk dipakai ongkos kapal pulang kampung," ucapnya.

Lanjut bapak tiga anak itu, ia meminta pertimbangan dari BP2MI Nunukan agar biaya makan selama karantina 5 hari di Rusunawa menjadi tanggungan pemerintah daerah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved