Kamis, 16 April 2026

Berita Kaltara Terkini

Public Hearing Sepakati Perubahan Lambang dan Hari Jadi Kaltara, Begini Kata Tokoh Adat Dayak

Public Hearing dalam rangka membahas Raperda Hari Jadi dan Lambang Provinsi Kaltara, menyepakati dua hal.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Public Hearing dalam rangka pembahasan Raperda Hari Jadi dan Lambang Provinsi Kaltara ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Public Hearing dalam rangka membahas Raperda Hari Jadi dan Lambang Provinsi Kaltara, menyepakati dua hal.

Yakni, hari jadi Kaltara yang jatuh pada 25 Oktober serta Lambang Provinsi Kaltara yang berdasarkan hasil sayembara lalu.

Beberapa tokoh masyarakat dan tokoh adat Kaltara, terlihat hadir dalam public hearing yang dilaksanakan di Gedung DPRD Kaltara pada Selasa (16/3/2021).

Ketua Lembaga Adat Dayak Kalimantan Utara mengatakan, semua orang yang hadir dalam public hearing sudah menyepakati mengenai hari jadi dan lambang provinsi.

Menurutnya, hanya satu orang saja yang dahulu tidak menyepakati hari jadi dan lambang provinsi Kaltara, yakni Mantan Gubernur, Irianto Lambrie.

Baca juga: Norhayati Andris Jelaskan Progres Raperda Hari Jadi & Lambang Kaltara, Sesuai Hasil Sayembara

Baca juga: Wujudkan Kabupaten Aman Pangan, Disperindagkop Malinau Kaltara Libatkan Pelaku Usaha

Baca juga: Bocah Kelas 3 SD di Bandung Jualan Permen, Cara Uniknya Menjual Dagangan Tuai Pujian

"Saya kira ini sudah sah, kita kan sudah setuju semua, hanya dulu satu orang saja yang tidak setuju," ujar Ketua Lembaga Adat Kaltara, Henock Merang.

"Mengenai lambang Kaltara, burung enggang, parang, perisai itu sudah ada semua di desai yang lalu," tambahnya.

Sementara itu, mantan Wakil Gubernur Kaltara Udin Hianggio meminta, agar Pansus di dewan yang membahas mengenai Raperda untuk segera mensahkan menjadi Perda.

Karena menurutnya, Pansus Raperda Hari Jadi dan Lambang Provinsi Kaltara juga telah dibentuk dan dibahas dahulu, sehingga saat ini, bisa segera disepakati.

"Saya minta Pansus bisa segera selesaikan, tidak perlu buang-buang waktu lagi," ujar Mantan Wagub Kaltara, Udin Hianggio.

Di akhir acara, Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris, memastikan kembali, dengan bertanya hingga tiga kali, kepada para peserta public hearing, apakah hari jadi dan lambang provinsi Kaltara dapat disepakati.

"Saya rasa pada prinsipnya semua setuju, Hari Jadi di tanggal 25 Oktober ya dan lambang provinsi dikembalikan dari hasil sayembara. Bagaimana setuju? setuju? setuju?," tanya Norhayati Andris.

Tiga pertanyaan tersebut, sontak disambut ramai dengan nada setuju oleh seluruh peserta public hearing.

Mantan Wagub Udin Hianggio Dukung Raperda Hari Jadi dan Lambang Kaltara: Sejarah Harus Dikembalikan

Mantan Wagub Kaltara, Udin Hianggio ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI )
Mantan Wagub Kaltara, Udin Hianggio ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI ) (TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI)

Mantan Wakil Gubernur Kaltara Udin Hianggio mendukung kebijakan dari Zainal Paliwang dan Yansen Tipa Padan, dalam mempercepat pembahasan Raperda Hari Jadi dan Lambang Kaltara.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved