Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Tsunami Aceh 2004 Disebut Rekayasa Amerika Lewat Ujicoba Thermonuklir, Ahli BMKG Beri Penjelasan Ini

Hampir 17 tahun pasca bencana dahsyat gelombang tsunami yang menerjang Aceh, beredar teori konspirasi yang menyebut tsunami Aceh adalah rekayasa AS.

Editor: Sumarsono
Kompas TV
Bencana gempa dan tsunami Aceh 2004. Beredar teori konspirasi yang menyebut tsunami Aceh adalah rekayasa Amerika Serikat menggunakan senjata nuklir. Ahli dari BMKG buat bantahan. 

TRIBUNKALTARA.COM – Hampir 17 tahun pasca bencana dahsyat gelombang tsunami yang menerjang Aceh, muncul beberapa spekulasi.

Diantaranya, beredar teori konspirasi yang menyebut tsunami Aceh adalah rekayasa Amerika Serikat.

Disebutkan pula jika bencana dahsyat tersebut merupakan hasil dari ujicoba senjata thermonuklir saat itu.

Namun, teori-teori yang dinilai menyesatkan tersebut dibantah oleh ahli yang juga Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dr Daryono.

Baca juga: Detik-detik Gempa M 7,2 di Jepang, Berpotensi Tsunami di Miyagi, KBRI Tokyo Minta WNI Melapor

Baca juga: Info BMKG Rabu 10 Maret 2021, 16 Provinsi di Indonesia Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang

Daryono membantah adanya teori konspirasi yang memicu bencana tsunami Aceh pada 2004 atau 17 tahun silam itu.

"Saya tergelitik (untuk menjelaskan) karena ada yang mengangkatnya kembali," ungkap Daryono kepada Tribunnews.com, Senin (22/3/2021).

Daryono menjelaskan, gelombang tsunami Aceh yang terjadi 2004 itu benar-benar dipicu oleh gempa tektonik, bukan akibat nuklir.

Ada tujuh poin bukti ilmiah yang diungkapkan Daryono sebagai ahli BMKG sebagai bantahan atas teori konspirasi tersebut.

Pertama, data rekaman getaran tanah.

Daryono mengungkapkan data rekaman getaran tanah dalam seismogram menunjukkan adanya rekaman gelombang badan (body) berupa gelombang P (Pressure) yang tercatat tiba lebih awal dibandingkan gelombang S (Shear) yang datang berikutnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved