Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

134 PMI Dideportasi dari Malaysia, Didominasi Kasus Narkoba, Berikut Keterangan BP2MI Nunukan

134 Pekerja Migran Indonesia ( PMI) dideportasi dari Malaysia, didominasi kasus narkoba, berikut keterangan BP2MI Nunukan.

istimewa
Ratusan PMI diberi nasi kotak oleh BP2MI Nunukan seusai melakukan swab PCR di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Senin (12/04/2021), sore. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - 134 Pekerja Migran Indonesia ( PMI) dideportasi dari Malaysia, didominasi kasus narkoba, berikut keterangan BP2MI Nunukan.

Sebanyak 134 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dideportasi dari Malaysia, sebagian besar didominasi kasus narkoba.

Ratusan PMI deportan dari Malaysia itu tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Senin (12/04/2021), siang.

Baca juga: 134 Pekerja Migran Deportasi dari Malaysia Tiba di Nunukan, Wajib Diswab PCR, KKP Beber Alasannya

Baca juga: Kepala Kemenag Nunukan Imbau Jamaah Tidak Enak Badan Salat di Rumah, Saleh: Tak Mengurangi Pahala

Baca juga: Salat Tarawih Diperbolehkan, Kemenag Nunukan Minta Pengurus Masjid dan Jamaah Lakukan Ini

Dari 134 PMI, terdiri dari 133 laki-laki dewasa dan 1 anak laki-laki.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Arbain, mengatakan sebagian besar dari ratusan PMI itu terlibat kasus narkoba di Malaysia.

"Pelanggaran yang mereka lakukan di Malaysia, paling banyak terlibat narkoba. Sisanya tanpa dokumen alias ilegal dan ada juga yang over stay," kata Arbain kepada TribunKaltara.com, pukul 17.00 Wita.

Menurutnya, setelah ratusan PMI itu mengikuti swab PCR, mereka wajib jalani karantina selama 5 hari di Rusunawa.

"Mereka sudah lakukan swab PCR dari Malaysia dan hasilnya negatif. Begitu tiba di sini (Nunukan) wajib ikuti swab PCR lagi. Ini pertama kalinya PMI ikuti swab PCR. Karena sebelumnya hanya rapid antigen," ucapnya.

Diketahui, sebagian besar PMI itu berasal dari Sulawesi Selatan yakni sebanyak 75 orang. Dari Sulawesi Barat ada 8 orang, Sulawesi Tengah ada 1 orang, Sulawesi Tenggara ada 1 orang, Nusa Tenggara Timur ada 5 orang, Jawa Timur ada 2 orang, Jawa Barat ada 1 orang, Kalimantan Utara ada 30 orang , dan Kalimantan Selatan 1 orang.

Arbain mengaku, sebelum dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing, PMI wajib ikuti swab PCR lagi.

Halaman
12
Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved