Breaking News:

Ramadan

Bolehkah Pasien Positif Covid-19 Berpuasa di Bulan Ramadan? Ini Penjelasan Ketua MUI Malinau

Bulan suci Ramadan 1442 hijriah disambut umat muslim di Indonesia bertepatan pada 13 April 2021 lalu.

Penulis: Mohamad Supri
Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malinau, H Edy Marwan saat ditemui di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (14/4/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Bulan suci Ramadan 1442 hijriah disambut umat muslim di Indonesia bertepatan pada 13 April 2021 lalu.

Umat Islam di daerah menunaikan ibadah puasa 2021 berpedoman pada keputusan Kementerian Agama RI nomor 13/2021 tentang pedoman pelaksanaan ibadah puasa selama pandemi Covid-19.

Hari ini memasuki hari ke 2 pelaksanaan ibadah puasa di Kabupaten Malinau. Lantas bagaimana hukum berpuasa bagi penderita Covid-19?

Baca juga: Hari Pertama Ramadan 1442 Hijriah, Akhirnya Umat Islam di Malinau Berbuka Puasa Bersama di Masjid

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Sungai Sesayap Berpotensi Meluap, Plh Bupati Malinau Minta Warga Waspada

Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Malinau 2 Ramadan 1442 H atau Rabu 14 April 2021

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malinau ( MUI Malinau ) H Edy Marwan mengatakan hukum pasien Covid-19 dibenarkan berpuasa sesuai anjuran Dokter.

"Jika kondisi kesehatan pasien tidak memungkinkan, dan disarankan dokter agar tidak berpuasa, maka dianjurkan tidak berpuasa. Dengan syarat wajib mengganti puasanya," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Rabu (14/4/2021).

Berlaku bagi pasien Covid-19 seperti orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pemantauan (PDP).

Namun, jika kondisi pasien memungkinkan untuk menunaikan ibadah puasa, maka hal tersebut lebih diutamakan.

"Yang terpenting dari puasa adalah tidak menimbulkan mudarat. Selama pasien mampu, seperti OTG tadi yang kondisinya masih prima, tentu lebih diutamakan berpuasa," katanya.

Baca juga: Permukiman Terdampak Kontruksi Dam PLTA Mentarang Induk, Pemkab Malinau Usulkan 2 Wilayah Relokasi

Baca juga: Saat Ramadan, Aksi Balap Liar Meningkat, Satlantas Polres Malinau Awasi Dua Daerah Ini

Baca juga: Gelar Long March, GERTAK Tuntut Transparansi Penyelesaian Pencemaran Limbah di Sungai Malinau

Dia menambahkan, sekalipun pengecualian tersebut berlaku bagi penderita Covid-19, namun tidak menghapus kewajiban untuk mengganti puasa.

Bagi yang tidak mampu mengganti puasa karena uzur, diwajibkan membayar Fidyah . Fidyah Ramadan 1442 hijriah ditetapkan sebesar Rp 68.500 per hari.

"Kewajibannya adalah mengganti puasa di luar bulan Ramadan, jika uzur dan tidak dapat mengganti puasa, maka wajib membayar Fidyah, tahun ini kita tetapkan Rp 68,5 ribu," ucapnya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved