Berita Tarakan Terkini
Vaksinasi Lansia di Kota Tarakan Dibuka, Begini Cara Daftarnya, Ada Dua Kategori Lansia Divaksin
Pendaftaran vaksinasi bagi lansia sudah dibuka sejak Selasa (13/4/2021) sore. Pelaksanaan pendaftaran vaksinasi ditarget selesai dalam pekan ini.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Pendaftaran vaksinasi bagi lansia sudah dibuka sejak Selasa (13/4/2021) sore. Pelaksanaan pendaftaran vaksinasi ditarget selesai dalam pekan ini.
Dibeberkan dr.Devi Ika Indriarti, Jubir Satgas Penanganan Covid-19, bagi lansia yang kebingungan cara mendaftarkan diri bisa mendatangi Dinkes Kota Tarakan di Jalan Rusunawa, Kelurahan Pamusian.
Bagi yang sudah memahami cara mendaftar lewat online, bisa mengakses link http://gg.gg//vaksinasilansiatarakan.
Adapun kategori usia lansia yakni sampai dengan April 2021 sudah berumur 60 tahun ke atas.
Baca juga: Peredaran Narkoba Libatkan Warga Binaan, Kalapas Tarakan Ngaku Sulit Mengawasi, Ini Alasannya
Selanjutnya calon peserta vaksin lansia yang sudah atau belum memiliki e-tiket, harus mendaftarkan diri melalui link pendaftaran.
Adapun pelaksanaan vaksinasinya lanjut dr. Devi, berlokasi di faskes seperti rumah sakit, puskesmas, KKP dan klinik kesehatan.
Setelah pendaftaran diri lanjut dr. Devi, Dinkes akan melakukan rekapitulasi data peserta vaksinasi. Data tersebut akan didistribusikan ke pelayanan faskes pelayanan vaksinasi dan harus melakukan pendaftaran ulang.
"Selanjutnya, lansia yang sudah mendaftar di link pendaftaran akan dihubungi petugas pelaksana vaksinasi untuk jadwal pelaksanaannya," jelas dr. Devi.
Lebih jauh ia menambahkan, lansia yang sudah mendapatkan jadwal, dipersilakan datang ke faskes yang sudah ditunjuk dan direkomendasikan dan dianjurkan untuk sarapan terlebih dahulu.
" Jangan lupa bawa kartu identitas KTP," jelasnya.
Kemudian, lanjutnya lagi lansia yang memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan gula diharapkan memastikan tekanan darah kurang dari 180/100 mmHg dan gula darah berada di bawah 200 mG/dl. Lanjutnya lagi jika tidak lolos screening kesehatan, akan dikeluarkan dari daftar pelaksanaan vaksinasi dan harus melakukan pendaftaran ulang.
Baca juga: Saat Bertemu Dengan Dirjen Otda Kemendagri, Hal Ini yang Dibahas Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali
"Kalau dia punya tekanan darah tinggi paling tidak terkontrol. Begitu juga untuk riwayat penyakit kronis harus terkontrol," ungkap dr. Devi.
Ia menyarankan sebelum divaksin, lansia harus minum obat. Justru itu yang dianjurkan dan ia menjamin tak berpengaruh terhadap kinerja vaksin dalam tubuh.
" Malah lebih bagus. Berarti itu terkontrol penyakitnya. Kalau dia tidak minum obat malah lebih berbahaya.
Adapun untuk upaya sosialisasinya, sudah ada Satgas Penanganan Covid-19 tingkat RT.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Tana Tidung 15 April 2021, Hujan di Lima Wilayah Ini Pada Malam Hari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/warga-mendatangi-kantor-dinkes.jpg)