Breaking News:

Sungai Malinau Tercemar

Minta Insiden Kolam Tuyak tak Dibesar-besarkan, Yansen TP: Pemerintah Telah Berikan Sanksi Tegas

Minta insiden Kolam Tuyak tak dibesar-besarkan, Wagub Kaltara Yansen TP: Pemerintah telah berikan sanksi tegas.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Pelepasan Benih ikan dan benur secara simbolis di sungai Desa Loreh, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu (17/4/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.CIM, MALINAU - Minta insiden Kolam Tuyak tak dibesar-besarkan, Wagub Kaltara Yansen TP: Pemerintah telah berikan sanksi tegas.

Rombongan Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang menghadiri kegiatan pelepasan benih ikan dan udang di Desa Loreh, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu (7/4/2021).

Penaburan benih ikan dan benur tersebut merupakan bentuk sanksi paksaan Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau kepada PT Kayan Putra Utama Coal ( PT. KPUC).

Baca juga: 2 Bulan Setelah Kasus Pencemaran Sungai Malinau, Manajemen PT KPUC Sebut Itu Bukan Limbah Tambang

Baca juga: Pelantikan Bupati Terpilih Digelar di Malinau, Gubernur Kaltara: Masih Tunggu Persetujuan Mendagri

Baca juga: Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Digelar di Malinau, Gubernur Kaltara:Tunggu Persetujuan Mendagri

Sanksi paksaan tersebut diterbitkan Pemda Malinau atas kejadian jebolnya kolam Tuyak milik PT KPUC di Kecamatan Malinau Selatan, yang terjadi pada 7 Februari 2021 lalu.

Ditemui seusai seremoni penaburan benih ikan dan benur, Wakil Gubernur Kaltara, Yansen TP meminta agar peristiwa tersebut tidak lagi dibesar-besarkan.

Menurutnya, pemerintah telah mengeluarkan sanksi tegas kepada PT. KPUC dan sebagian besar telah diterapkan, sehingga hal tersebut menunjukkan itikad baik perusahaan.

"Jangan kita mempersoalkan hal-hal yang sifatnya bencana, karena itu di luar dugaan. Pemerintah juga sudah mengeluarkan langkah tegas," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Sabtu (17/4/2021).

Menurutnya, Manajemen PT. KPUC beritikad baik untuk menjalankan sanksi yang telah diberikan oleh pemerintah daerah.

Dari 6 sanksi paksaan yang ditetapkan pemerintah Daerah Kabupaten Malinau, 5 diantaranya telah ditunaikan PT KPUC.

Menyusul pelepasan benih ikan dan benur yang dilakukan pada hari ini secara simbolis di Desa Loreh, dan disaksikan oleh masyarakat setempat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved