Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Siklon Surigae Meningkat 24 Jam ke Depan, 9 Provinsi Termasuk Kalimantan Utara Diminta Waspada

Merujuk analisa BMKG hari ini, Jumat (17/4/2021) siklon tropis Surigae bergerak dari Samudera Pasifik, sebelah utara Papua Barat.

Penulis: Titik Wahyuningsih | Editor: Amiruddin
BMKG
Citra satelit Himawari terkait adanya Siklon Tropis Surigae (lingkaran merah) di wilayah perairan Samudera Pasifik utara Papua Barat pada Jumat (16/4/2021). 

Sebelumnya diberitakan, bila sebelumnya masih dikategorikan sebagai bibit siklon dengan dengan nama 94 W, kini bibit siklon yang berada di perairan Samudra Pasifik bagian utara Papua telah berubah menjadi Siklon Tropis.

Siklon Tropis ini dinamakan Surigae yang berasal dari Bahasa Jepang, karena bergantung pada negara yang melakukan pengamatan, yakni dari pihak Japan Meteorological Agency.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Stamet Tanjung Harapan, saat ditemui di Kantor Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Waspada! Siklon Tropis Surigae, Angin Kencang Landa Kaltara, Berlangsung Hingga Tiga Hari ke Depan

Baca juga: Sepekan Usai Badai Siklon Tropis Seroja Landa NTT, 177 Orang Dilaporkan Tewas, 45 Warga Masih Dicari

Baca juga: BNPB Sebut Siklon Tropis Seroja Meningkat 9 April 2021, Tak Cuma NTT, 4 Wilayah Ini Perlu Waspada

"Sebelumnya memang masih bibit siklon, tapi tanggal 14 April kemarin resmi menjasi Siklon Tropis Surigae," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Sulam Khilmi.

"Penamaan ini karena berdasarkan konsensus internasional ya, berdasarkan negara mana yang merilis pengamatan siklon itu," tambahnya.

Siklon Tropis muncul karena pusat tekanan rendah di laut, yang menyebabkan terjadinya tarikan angin dan uap udara yang masuk bersama, dan ditarik dengan kecepatan yang luar biasa sehingga menyebabkan perputaran udara yang kencang.

Adapun kecepatan Siklon Tropis Surigae mencapai 50 Knot atau 95 Km/Jam dengan tekanan hingga 992 hPA.

Meskipun pergerakan Siklon Tropis Surigae menjauhi Indonesia dan menuju wilayah Filipina, Sulam Khilmi mengatakan, dampak Siklon Tropis Surigae masih akan berlangsung paling tidak hingga 72 Jam atau 3 Hari Ke depan.

Baca juga: Apa Itu Badai Siklon Tropis yang Terjang NTT? Simak Penjelasan dan Proses Terbentuknya Badai Ini

Baca juga: BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem Senin 5 April 2021, Bencana Besar Siklon Tropis 99S Ancam NTT

Baca juga: Waspada Dampak Siklon Tropis Goni di Perairan Nunukan, Berikut Keterangan Prakirawan BMKG Nunukan

Di mana dampaknya mulai dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, hingga tingginya gelombang laut.

"Kalau berdasarkan perkiraan ini akan berlangsung sampai tiga hari ke depan ya. Meskipun menjauh kita masih kena dampaknya, ada gelombang tinggi, hujan instensitas sedang hingga lebat dan angin kencang," terangnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved