Berita Daerah Terkini

Harga Cabai Bertahan Rp 90 Ribu Perkilogram, Bawang Putih Alami Kenaikan Rp 30 Ribu Perkilogram

Meskipun cuaca tak menentu beberapa minggu terakhir, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Kutai Timur masih cenderung stabil

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Kegiatan jual beli di Pasar Induk Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. Harga berbagai komoditas cenderung stabil sepekan terakhir, hanya bawang putih yang mengalami kenaikan 

TRIBUNKALTARA.COM, SANGATTA - Meskipun cuaca tak menentu beberapa minggu terakhir, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Kutai Timur masih cenderung stabil.

Kepala UPT Pasar Sangatta Utara Bohari mengatakan, di Pasar Induk Sangatta Utara harga berbagai komoditas masih terbilang normal.

"Harga kebutuhan pokok masih stabil. Berdasarkan data mingguan kita, hanya bawang putih yang mengalami kenaikan di pekan ini," ucapnya Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Perusahaan Bisa Mengadu Bila tak Sanggup Bayar, Disnaker Kaltara Sebut Belum ada Laporan Masalah THR

Harga bawang putih mengalami kenaikan sebanyak Rp 2.000 per kilogram dari minggu lalu menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Selain bawang putih, tidak ada komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam waktu seminggu terakhir.

"Tidak ada selain bawang putih. Daging dan cabai juga masih stabil," ujarnya pada tribunkaltim.co.

Terkait harga daging ayam, masih Rp 45.000 per kilogram untuk boiler dan Rp 70.000 untuk ras.

Sedangkan harga cabai yang beberapa minggu terakhir mulai mengalami penurunan, kini bertahan di harga Rp 90.000 untuk komoditas cabai lokal.

Harga cabai lokal tersebut masih jauh dari harga normalnya, yakni Rp 75.000 per kilogram.

Baca juga: Saat Hari Ulang Tahun Kota Tarakan, Kawasan Pantai Amal Dengan Nuansa Baru akan Dilaunching 

"Cabai memang stabil, tapi belum normal. Normalnya Rp 75.000," ujar Bohari.

Meskipun masih terbilang stabil, kenaikan harga diperkirakan mulai terjadi ketika mendekati hari raya pertengahan bulan Mei 2021 nanti.

Untuk antisipasi lonjakan harga, Disperindag sudah mengajukan pengadaan kegiatan pasar murah di berbagai kecamatan.

Baca juga: RSUD Tarakan akan Bangun Laboratorium untuk Pemasangan Katerisasi Jantung, Datangkan Ahli Jantung 

Namun, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur Zaini, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan terealisasinya kegiatan pasar murah.

"Belum bisa dipastikan, tapi sudah kami upayakan untuk pasar murah supaya bisa menekan lonjakan harga mendekati hari raya nanti," ujarnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved