Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

Warga Perbatasan RI-Malaysia Keluhkan Kelangkaan LPG, Muktar: Pengiriman dari Balikpapan Terlambat

Hingga saat ini masyarakat di perbatasan RI-Malaysia, Nunukan mengeluhkan kelangkaan tabung gas LPG subsidi 3 Kg. Terhambat pengiriman dari Balikpapan

Penulis: Febrianus Felis
Editor: Sumarsono
tribunkaltara.com
Anggota DPRD Nunukan, Nikmah 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Hingga saat ini masyarakat di perbatasan RI-Malaysia, Kabupaten Nunukan mengeluhkan kelangkaan tabung gas LPG subsidi 3 Kg.

Anggota Komisi I DPRD Nunukan Nikmah, mengatakan, pihaknya sering melakukan rapat dengar pendapat dengan pemerintah (Pemkab), termasuk juga para agen tabung LPG bersubsidi itu.

Belum lama ini, Pemkab Nunukan telah mewajibkan pengguna gas melon itu  membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau Surat Keterangan Hasil Usaha (SKHU) bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang hendak membeli LPG 3 kg.

"Rrealitanya di lapangan masih banyak masyarakat yang mengeluh karena sulit mendapatkan tabung LPG 3 Kg.

Baca juga: Warga di Tujuh Kecamatan Perbatasan Nunukan Keluhkan Jalan Rusak, Ini Harapan DPRD

Baca juga: Cegah Penyelundupan Sabu di Perbatasan RI-Malaysia, Kapolres Nunukan Minta Mabes Polri Bentuk Satgas

Seperti di Sebatik Barat, ada pangkalan gas di situ, tapi masih ada warga yang berteriak karena nggak dapat jatah. Mau beli dimana lagi kalau bukan di situ," kata Nikmah kepada TribunKaltara.com, Minggu (25/04/2021), sore.

Menurutnya, warga tidak lagi mengeluhkan harga LPG bersubsidi itu, melainkan keberadaannya yang dinilai masih langka di Kabupaten Nunukan.

Antrean panjang tabung gas 3 Kg di pangkalan LPG 3 kilogram (Kg) APMS di jalan Pattimura, RT 07, Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (27/11/2020). TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis
Antrean panjang tabung gas 3 Kg di pangkalan LPG 3 kilogram (Kg) APMS di jalan Pattimura, RT 07, Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (27/11/2020). TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis (TRIBUNKALTARA.COM/FELIS)

"Setiap kali hearing, Bagian Ekonomi Pemkab Nunukan sampaikan kuota LPG 3 Kg untuk masyarakat tidak mampu di Nunukan, itu lebih.

Bayangkan saja, jatah Kabupaten Nunukan itu sekira 20 ribu tabung, tapi masih banyak yang tidak dapat," ucapnya.

Legislator Fraksi Hanura DPRD Nunukan ini menduga kuat, kelangkaan LPG 3 Kg itu, disebabkan adanya oknum nakal yang menimbun.

Baca juga: Pemerintah Larang Masyarakat Mudik, Dishub Kaltara Pastikan Operasional Damri Stop Layani Penumpang

Nikmah meminta kepada tim dari pemkab yang ditugaskan untuk mengawasi distribusi LPG bersubsidi itu, agar lebih diperketat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved