Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Dilarang Mudik, Pengusaha Speedboat di Pelabuhan Balikpapan Khawatir Penumpang Sedikit dan Rugi 

Aturan larangan mudik menimbulkan kecemasan bagi pelaku usaha transportasi antar kabupaten-kota.

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Aktifitas penumpang di pelabuhan penyeberangan Kampung Baru, yang menghubungkan akses Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN- Aturan larangan mudik menimbulkan kecemasan bagi pelaku usaha transportasi antar kabupaten-kota.

Salah satunya dirasakan Hendrik, operator speedboat di Pelabuhan Penyeberangan Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU).

Sebagai pelaku usaha yang berkecimpung dalam urusan transportasi penyebrangan, ia cukup. Namun, Hendrik mengaku pasrah.

"Kita perlu kejelasan. Apakah kita masuk wilayah algomerasi boleh angkut penumpang. Masih samar-samar,” ujarnya, Sabtu, (1/5/2021).

Adanya pembatasan pergerakan orang oleh pemerintah membuat Hendrik dan rekan seprofesinya pesimistis.

Baca juga: Tidak Penuhi Persyaratan Mudik, Wajib Putar Balik, KSOP Nunukan Siapkan 3 Posko,Berikut Lokasinya

Mereka khawatir akan merugi. Padahal, menurutnya, momentum Ramadan dan lebaran menjadi salah satu harapan.

Sebab, biasanya terdapat lonjakan jumlah penumpang. Meskipun sejak pandemi, lonjakan itu tidak signifikan.

Hanya cukup untuk memenuhi kebutuhannya untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

"Kalau ada dilarang orang pasti jadi takut untuk nyebrang. Kita jadi terdampak lagi," katanya.

Ia menerangkan, penggunaan kapal jenis speed boat membutuhkan bahan bakar yang cukup besar dalam sehari.

Baca juga: Ramadan 2021, Damkar Kabupaten Malinau Berbagi Takjil di Jalan, Dana Patungan dari Anggota

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved