Breaking News:

Banjir di Malinau

Banjir Datang Lagi, Bupati Sebut Ini Bencana Terbesar Dialami Kecamatan Bahau Hulu dan Pujungan

Belum genap sepekan pasca banjir besar menerjang Kabupaten Malinau pada hari Minggu lalu (16/5/2021), hari ini banjir kembali terjadi di Malinau.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Bupati Malinau, Wempi W Mawa dan jajarannya menyampaikan kondisi terkini banjir di Kecamatan Bahau Hulu dan Pujungan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (20/5/2021) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Belum genap sepekan pasca banjir besar menerjang Kabupaten Malinau pada hari Minggu lalu (16/5/2021), hari ini banjir kembali terjadi di Malinau.

Dua kecamatan yang berada di wilayah perbatasan RI-Malaysia, Kecamatan Pujungan dan Bahau Hulu terdampak bencana banjir besar.

Sungai Bahau yang merupakan bagian dari muara Sungai Kayan meluap akibat curah hujan tinggi selama sepekan terakhir.

Baca juga: Tak Ada Penyelesaian Batas Daerah di 3 Kabupaten, Hendrik: Kita Serahkan ke Pemerintah Pusat

Bupati Malinau, Wempi W Mawa membenarkan informasi terkait banjir besar yang terjadi di daerah perbatasan Kalimantan Utara, Indonesia dan Serawak, Malaysia.

"Hari ini terjadi banjir akibat curah hujan tinggi. Banjir diperkirakan mulai naik pada pukul 12:00 malam dan mencapai puncaknya pada pukul 04:00 subuh," ujarnya dalam pers rilis, Kamis (20/5/2021).

Bupati menjelaskan, banjir kali ini juga merupakan bencana banjir terbesar yang pernah melanda wilayah Kecamatan Bahau Hulu dan Pujungan.

Akibatnya jembatan rangka baja penghubung Desa Apau Ping dan Long Berini hanyut terseret arus banjir.

Baca juga: Waspada Banjir, Warga Pantau Tinggi Air Sungai di Malinau Kota, Kepala Desa Paking: Air Naik 1 Meter

"Jembatan yang dibangun Pemerintah Kabupaten di Bahau Hulu tepatnya di Desa Apau Ping ikut hanyut dalam bencana banjir," katanya.

Karena akses penghubung antardesa turut terputus, korban banjir dikhawatirkan kesulitan memperoleh bahan pokok dan perbekalan makanan.

Selain itu akses telekomunikasi juga terputus, karena infrastruktur telekomunikasi atau Base Tranceiver Station (BTS) padam terdampak banjir.

Baca juga: Cegah Kerumunan, Pelindo IV Siapkan Antrean GeNose C-19 Online, Hasil Positif Bisa Diulang

"Kita masih mengumpulkan informasi dari wilayah terkena banjir. Saat ini ada gangguan sinyal, karena tower dan infrastruktur juga terdampak banjir. Puji Tuhan, samapi saat ini belum ada korban jiwa," ucapnya.

Bupati Malinau mengimbau masyarakat agar tetap waspada , dan siap siaga menghadapi kemungkinan terjadi bencana banjir.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Malinau sedang mengirimkan perbekalan bantuan makanan dan sembako kepada korban banjir di 2 kecamatan tersebut.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved