Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Cegah Pedagang dan Parkir Liar, Dishub Kota Samarinda Pasang Barier di Pasar Pagi Gajah Mada

Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda dibantu Dinas Perhubungan Kota Samarinda kembali melakukan penertiban bangunan liar.

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Pedagang membongkar sendiri banguan dagangan liar mereka yang berada di Jalan Gadja Mada, Samarinda. FOTO Rita Lavenia 

TRIBUNKALTARA.COM. SAMARINDA. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda dibantu Dinas Perhubungan Kota Samarinda kembali melakukan penertiban bangunan liar dan parkir yang mengganggu arus lalu lintas di sekitaran Pasar Pagi Jalan Gajah Mada Samarinda. Kamis,18/05/2021.

Adanya pembongkaran paksa ini tentunya dikeluhkan para pedagang. Mereka berdalih bahwa pemerintah tidak memebrikan solusi kemana mereka harus mencari lokasi baru untuk berdagang.

"Mang sudah pernah dibongkar, diperingatkan, dan kami sadar ini sudah melanggar aturan. Tapi dibongkar solusinya tidak ada. Jadi kembali lagi. Harapannya pemerintah membongkar, yah beri solusi kami harus kemana," Protes Isna (40) salah seorang pedagang buah yang ditertibkan.

Baca juga: Cerita Pasutri di Samarinda, Utang Biaya Persalinan Rp 45 Juta di Rumah Sakit, Ada Yayasan Membantu

Begitupun para jukir yang sehari hari mengais rezeki dengan mengandalkan jasa parkir mengaku bingung harus mengarahkan parkir kemana.

Imbasnya kepemasukan mereka yang diakui buian menurun lagi, melainkan sudah anjlok. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari bergantung dari profesi mereka sebagai juru parkir.

"Motor cuma dua ribu, mobil tiga ribu, dulu sehari bisa Rp 200 ribu, sekarang dapat Rp 50 ribu saja sudah sangat syukur. Apalagi mobil sudah tidak boleh di sini (pinggir Jalan Gadja Mada,red)," keluh Nobek (45) salah seorang Jukir setempat.

Meski begitu, Nobek dan 6 rekannya mengaku tetap menghargai aturan pemerintah kota Samarinda. Namun mereka berharap mendapat arahan kemana harus memarkir kendaraan para pengunjung.

Baca juga: Banjir di Malinau, Pemukiman Warga Perbatasan RI-Malaysia Terendam, Jembatan Desa Apau Ping Putus

"Jangan dilarang tidak ada solusi. Tidak cuma kami, pedagamg yang ditertibkan juga harapannya begitu. Tidak punya lapak, paling tidak diarahkan pindahnya kemana," tutup Nobek dan rekan-rekannya.

Sementara itu Kabid Trantibum Satpol PP Samarinda Ismail menjelaskan bahwa pihaknya sudah memeberi edaran beberapa hari sebelum pembongkaran. Bahkan pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kota Samarinda sudah memasang Barier sebagai tanda larangan berjualan dan parkir di sekitaran jalan tersebut sejak Rabu (19/05/2021) malam lalu.

Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional, Kenali Sejarah Tugu Kebangkitan Nasional Berbentuk Lilin yang Ada di Solo

"Cuma memang tidak diindahkan. Kita suruh bongkar sendiri agar ada efek jera dan sadar kalau menertibkan tidaklah mudah. Tindakan tegas ini akan terus kami lakukan karena sudah menggangu kelancaran arus lalu lintas. Inilah diharapkan jangan memperhatikan kepentingan sendiri tapi kepentingan dan kenyamanan masyarakat lainnya tidak diperdulikan," kata Ismail.

Lalu untuk mencegah para pedagang liar tersebut kembali, Ismail menuturkan pihaknya akan terus melakukan pemantaun secara terus menerus.

"Dishub sudah memasang Barier sebagai pembatas tegas. Dan kami akan minta bantuan Disperindag juga untuk mengawasi. Kalau ada lagi bangunan liar atau parkir yang menumpuk harap melapor ke kami," tandas Ismail.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved