Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Ditanya Surat Kendaraan, Pengendara Motor di Samarinda Ini Adu Mulut hingga Ancam Petugas

Jembatan Mahakam IV yang menghubungkan Kota Samarinda dan Kecamatan Samarinda Seberang, menjadi akses utama

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO HO Tri Cahyo, Balakarcana Kota Samarinda.
Pengendara yang mengancam petugas Unit Patwal Satlantas Polresta Samarinda, kini sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan. 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA - Jembatan Mahakam IV yang menghubungkan Kota Samarinda dan Kecamatan Samarinda Seberang, menjadi akses utama dan berfungsi mengurai kemacetan di Kota Tepian

Jalur akses yang membentang diatas Sungai Mahakam ini menyediakan jalur kendaraan roda dua dan empat bagi pengendara yang akan menyebrang.

Namun siapa sangka, rambu dan marka yang terpasang masih sering diabaikan oleh pengendara terutama roda dua. Unit Patwal Satlantas Polresta Samarinda juga sering melakukan patroli rutin bahkan tak segan menindak pengendara.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Minggu 23 Mei: Kota Samarinda Hujan Ringan hingga Sore Hari

Seperti pada Minggu (23/5/2021) dini hari tadi, penindakan, himbauan dan anjuran-anjuran yang bersifat persuasif serta preemtif dilaksanakan Polantas Samarinda. Meski sudah secara persuasif, ada saja pengendara yang ngotot, bahkan mengancam petugas dengan kata-kata kasar saat diberhentikan.

Dari video yang beredar di akun media sosial instagram, salah seorang pengendara yang disamarkan identitasnya, beradu argumen dengan petugas Unit Patwal Polresta Samarinda.

Terlihat dua orang berboncengan, satu orang yang mengemudikan motor, menggunakan kaos hitam, berhelm merah dengan nada tinggi malah menuduh petugas melakukan pungutan liar (pungli) saat gelaran patroli patuh lalu lintas tersebut.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG, Waspada Hujan Petir Berpotensi Terjadi di Malinau Minggu 23 Mei 2021

"Coba kamu buka baju tugasmu," kata pengendara berhelm merah ini, sambil menunjuk petugas.

"Surat-surat kamu ada nggak? Kejelasan surat-surat berkendara kamu ada tidak?" timpal petugas meminta STNK dan SIM dari pengendara tersebut.

Namun saat meminta surat tersebut, pengendara malah terdiam dan berucap bahwa dia hanya membawa STNK dan tidak memiliki SIM. Melihat tidak adanya surat izin berkendara, petugas pun menindak dengan memberikan teguran keras, serta menanyakan apa maksud pria tersebut menuduh petugas melakukan pungli.

"Dimana punglinya ? Kamu tadi katakan polisi pungli ? Dimana buktinya ?" tanya petugas.

Pertanyaan petugas malah justru dibalas dengan nada keras dan ancaman oleh pria pelanggar lalu lintas ini.

Baca juga: Memasuki Hari Kelima Pencarian, Sudirman Belum Ditemukan, SAR Tarakan Menyisir Perairan Marungau

"Nggak ada, Nggak ada. Kutimpas kamu," sebut pria tersebut dengan nada tinggi mengancam petugas polantas berpakaian lengkap.

Hal ini sejatinya tak patut ditiru oleh masyarakat lain, polisi yang sedang menjalankan tugasnya hanya melakukan upaya penertiban, dimana jalur roda empat di Jembatan Mahakam IV sering dilalui kendaraan roda dua, dan hal ini membahayakan pengguna jalan lain.

Beberapa waktu lalu juga sempat terjadi insiden kecelakaan saat pengendara motor menerobos masuk di jalur mobil, hal ini lah yang diantisipasi oleh Unit Patwal Satlantas Polresta Samarinda.

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved