Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Ditetapkan Tersangka Sejak 2020 dan Mangkir, Berikut Kronologi Jemput Paksa Tim Gabungan Kejaksaan

Ditetapkan tersangka sejak 2020 dan Mangkir, berikut kronologi jemput paksa tim gabungan Kejaksaan.

TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Tersangka H (52) yang diduga melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan pembayaran Royalti dalam penjualan Batubara dengan memanipulasi pembayaran royalti sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2019 yang tidak sesuai tarif, digiring petugas Kejati Kaltim. TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA - Ditetapkan tersangka sejak 2020 dan Mangkir, berikut kronologi jemput paksa tim gabungan Kejaksaan.

Tersangka H (52) yang buron dan mangkir dari panggilan Kejaksaan tinggi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pembayaran royalti dalam penjualan Batubara, dijemput paksa.

Kegiatan penyimpangan yang dilakukan yakni memanipulasi pembayaran royalti sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2019 yang tidak sesuai tarif.

Baca juga: Tim Gabungan Kejaksaan Tangkap Buron di Kukar, Kasus Dugaan Penyimpangan Pembayaran Royalti Batubara

Baca juga: CPNS 2021 Kejaksaan RI: 16 Formasi Mulai dari Jaksa, Jurnalis hingga Pengawal Tahanan/Narapidana

Baca juga: MUTASI di Kejaksaan Agung Bergulir, Berikut 22 Pejabat Baru yang Dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin

Tersangka H (52) yang diduga melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan pembayaran Royalti dalam penjualan Batubara dengan memanipulasi pembayaran royalti sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2019 yang tidak sesuai tarif, digiring petugas Kejati Kaltim.
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Tersangka H (52) yang diduga melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan pembayaran Royalti dalam penjualan Batubara dengan memanipulasi pembayaran royalti sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2019 yang tidak sesuai tarif, digiring petugas Kejati Kaltim. TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY)

 

Aspidsus Kejati Kaltim Emanuel Ahmad menegaskan, bahwa tersangka H selaku Direktur Cabang dan Kuasa Direktur CV. JAR, sudah ditetapkan tersangka sejak 2020 silam.

"Bahwa yang bersangkutan telah dilakukan penetapan tersangka sejak tanggal 19 Mei 2020 dan telah diakukan pemanggilan untuk dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik
Kejaksaan Tinggi Kaltim," tegasnya ssat press rilis, Jumat (11/6/2021) siang.

Yang bersangkutan sendiri saat menjalani pemeriksaan sempat menjadi saksi, hingga akhirnya statusnya naik tersangka.

Dari situlah tersangka mulai menghilang dan ditetapkan DPO oleh Kejati Kaltim.

Beberapa pemanggilan guna pemeriksaan dengan status tersangka yang dilayangkan Kejati Kaltim selalu tak dihadiri tersangka H.

"Perkara ini hampir satu tahun, ketika jadi tersangka kita usaha panggil lagi tapi tidak pernah memenuhi panggilan, kita cari jadi kami jemput paksa (tangkap) dini hari tadi," sebut Emanuel Ahmad.

"Kita periksa sebagai saksi tahun 2020, saat naik status sebagai tersangka tidak hadir (mangkir)," imbuhnya.

Baca juga: Perusahaan yang Tunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan Diserahkan ke Kejaksaan Negeri

Baca juga: Perkuat PPNS, Pejabat Balai Karantina Pertanian Sambangi Kejaksaan Negeri Tarakan

Baca juga: CPNS 2021 Kejaksaan RI: 16 Formasi Mulai dari Jaksa, Jurnalis hingga Pengawal Tahanan/Narapidana

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved