Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Saksi Ahli Pidana Mumaddah Sebut Iwan Setiawan, Bisa Dinyatakan Tak Bersalah Jika Ada Bukti Fakta

Dua saksi ahli dihadirkan dari pihak Iwan Setiawan, terkait sidang lanjutan atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Gubernur Kaltara.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ DOKUMENTASI PRIBADI
Mumaddadah, Ahli Pidana yang juga sebagai salah seorang dosen pascasarjana di Fakultas Hukum UBT Tarakan. 

" Habis itu, kalau dia misalkan kekuasaannya, maka itu harusnya di Bab ke-8, terkait kejahatan terhadap kekuasaan di pasal 207. Contoh pasal 207, Gubernur korupsi, Gubernur komunis, ini hanya contoh," lanjutnya.

Persidangan Kasus Pencemaran Nama Baik dengan Terdakwa Iwan Setiawan di PN Tanjung Selor, Rabu (3/3/2021) ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI )
Persidangan Kasus Pencemaran Nama Baik dengan Terdakwa Iwan Setiawan di PN Tanjung Selor, Rabu (3/3/2021) ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI ) (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI)

Melihat dokumen yang diterima dan setelah membacanya, menurut hemat dirinya, postingan Iwan Setiawan bukanlah mengarah kepada pribadi Irianto Lambrie

"Lebih kepada kritik karena kebijakan. Makanya kalau misalkan pun ada kesalahan dalam postingan itu harusnya jaksa tidak mendakwa di pasal 27, tapi lebih ke KUHP-nya. Karena apa, karena kekuasaannya atau kebijakannya. Jadi pembedanya itu, kalau 316 lebih kepada pribadinya, orangnya, kalau di 207 lebih ke kekuasaannya, badan umumnya," tegas Mumaddadah.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika semisalnya Iwan Setiawan dianggap bersalah, pasal dikenakan yakni 207.

Karena kekuasaan kewenangan yang disampaikan diposting tergugat. 

"Kalau saya baca secara data lebih kepada kritik sebenarnya," ungkap Mumaddadah.

Baca juga: Kuasa Hukum Iwan Setiawan Sebut Eks Wagub Kaltara Udin Hianggio Siap Hadir jadi Saksi di Persidangan

Lebih lanjut ia menjelaskan soal KUHP pasal 310 dan 311 isinya berbeda. 

Pada pasal 310 ayat 1 itu menjelaskan tentang menista secara lisan. "Kalau 310 ayat 2, menista  dengan lisan. Kalau  di 311, itu fitnah," ujarnya.

Dalam postingan yang dituntut itu, lebih jauh Mumaddadah mengungkap, selama Iwan Setiawan bisa membuktikan dan sesuai fakta, Iwan Setiawan tidak akan dikenakan atau dimintakan pertanggungjawaban pidana seperti dijelaskan pasal 311 terkait fitnah.

Lebih lanjut ia mengatakan, pelapor mengakui semua bukti itu berdasarkan penasehat hukum dari  Iwan Setiawan yang disampaikan ke pihaknya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved