Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Terjadi Kerumunan, Pengobatan Alternatif Graha YHS  di Balikpapan Ditutup 

Sebuah pengobatan alternatif di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ditutup Tim Satgas Covid-19, Minggu (20/5/2021).

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Suasana ditengah pemberitahuan penutupan sementara Graha YHS Balikpapan oleh Satgas Covid Balikpapan Tengah, Minggu (20/6/2021 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN - Sebuah pengobatan alternatif di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ditutup Tim Satgas Covid-19, Minggu (20/5/2021).

Ditutupnya pengobatan alternatif Graha YHS di kawasan Jalan Martadinata, Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah ini, dikarenakan terjadinya kerumunan.

Pengobatan alternatif ini dilakukan Pastor Andi Simon, secara gratis. 

Baca juga: Pandemi Covid-19, UMKM di Kota Tarakan Meningkat Jadi 13 Ribu, Paling Banyak Usaha Kuliner

Baca juga: UPDATE Tambah 5, Kasus Covid-19 Nunukan jadi 1.471, Didominasi Transmisi Lokal, Satu Pasien Sembuh

Hal  memberikan daya tarik masyarakat tertarik untuk menjalani pengobatan di Graha YHS tersebut.

Melihat kondisi ini akhirnya Satgas Covid Kecamatan Balikpapan Tengah mengambil keputusan untuk menutup sementara Graha YHS yang berlokasi di kawasan Jalan Martadinata. 

Baca juga: Sehari Sempat Nol Kasus Covid-19, Malinau Catat Penambahan 19 Kasus Baru, 1 Pasien Meninggal Dunia

Dengan demikian, membuat sebagian masyarakat tertarik untuk menjalani pengobatan di Graha YHS tersebut. Akibatnya, kerumunan tak bisa dielakkan.

"Ada yang kebetulan ini datang orang yang dari luar daerah, tanpa diundang. Datang karena berobat," tutur Camat Balikpapan Tengah, Edy Gunawan di Graha YHS, Minggu (20/6/2021).

Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud didampingi jajaran Satgas Kota Balikpapan melakukan rilis perkembangan Covid-19. / Ilustrasi minimarket yang ditutup atau dilakukan karantina sementara lantaran terjadi klaster
Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud didampingi jajaran Satgas Kota Balikpapan melakukan rilis perkembangan Covid-19. / Ilustrasi minimarket yang ditutup atau dilakukan karantina sementara lantaran terjadi klaster (TRIBUNKALTIM.CO)

Ia menuturkan bahwa penutupan sementara ini mengingat bahwa kondisi Covid-19 di Balikpapan yang cukup tinggi.

Bahkan angka pasien yang menjalani isolasi, baik mandiri di Rumah Sakit, menurut Edy tergolong tinggi.

Baca juga: KKP Tarakan Perketat Pintu Masuk, Antisipasi Masuknya Virus Varian Baru Covid-19

Disamping itu, lanjut Edy, pengelolaan Graha YHS sendiri sejatinya sudah mengikuti standar Prokes.

Seperti penggunaan masker dan menjaga jarak, menurut Edy, terbilang tak terlalu menjadi masalah berarti.

"Kalau yang lain sudah diikuti, masker dan lain sebagainya. Cuman kerumunan ini yang agak susah," sambung Edy.

Sehingga, ia pun meminta pihak pengelola agar lebih memahami protokol kesehatan agar tidak ada penambahan kasus Covid-19 di Balikpapan.

Baca juga: Dinkes Nunukan Akan Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal di GOR Dwikora, Sasar 400 Orang, ini Kriterianya

Terlebih kerumunan yang ditimbulkan, juga dipengaruhi oleh pendatang dari luar daerah.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved