Berita Tarakan Terkini
Manfaatkan Teknologi Digital, Bank Indonesia Komitmen Bantu Pasarkan Produk Batik Asal Tarakan
Sektor ekonomi kreatif seperti pagelaran fashion show bertema batik bisa menjadi ajang promosi Tarakan mengenalkan produk batik keluar.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Sektor ekonomi kreatif seperti pagelaran fashion show bertema batik bisa menjadi ajang promosi Tarakan mengenalkan produk batik keluar.
Seperti kegiatan fashion show digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tarakan pada Sabtu (19/6/2021) lalu.
Dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( KPwBI ) Provinsi Kaltara, Yufrizal, dengan seringnya ajang ini diadakan, bisa membangkitian minat usaha di sektor fashion.
Baca juga: Serahkan Kembali Pengelolaan Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan, Gubernur Minta Walikota Buat Perusda
"Tentu saja akan menjadi langkah bagus ke depannya. Selain itu juga, dengan ajang itu, kita bisa menggali lebih banyak motif batik yang ada di Tarakan ini," ungkap Yufrizal.
Yufrizal melanjutkan, industri fashion berpotensi berkembang di Tarakan. Jika sudah berkembang tentu akan menyerap berbagai tenaga kerja dan memberi kesempatan kepada desainer yang ada di Tarakan untuk terus berkerasi.
Dalam hal ini lanjut Yufrizal, dukungan yang bisa diberikan BI di antaranya memberikan pelatihan kepada pembatik.
"BI sudah dua kali memberi pelatihan kepada 26 pembatik se-Kaltara. Karena tidak bisa dipungkiri masih ada ruang yang masih bisa ditingkatkan dari batik itu sendiri.
Saya penggemar batik. Mungkin saya punya semua hampir dari seluruh Indonesia," ungkap Yufrizal.
Ia melanjutkan, batik itu adalah baju nasional milik Indonesia. Melambangkan ciri khas Indonesia.
Baca juga: Giatkan Penyemprotan Disinfektan, Kodim 0907 Tarakan Cegah Penularan Covid-19 di Lingkungan Kantor
Dari sisi batik tulis lanjutnya, secara umum ia menilai masih ada produk yang belum terlihat rapi hasilnya.
"Ini bukan berbicara lingkup Tarakan melainkan nasional. Pembatik kita belum rapi masih ada noda.
Kemudian dari sisi pewarnaan masih bisa dikombinasikan dengan warna lain," ungkapnya.
Begitu juga dari sisi desain. Jika dikembangkan maka bisa semakin diperkaya. Persoalannya percuma saja hasil produksi cantik, pewarnaan baik namun tak dipasarkan.
Sehingga dalam hal ini, BI memiliki komitmen membantuk pelaku UMKM dari sektor usaha pembatik untuk mencoba membantu dari sisi pemasaran.
"Kami mencoba memasarkan batik di Kaltara karena sekarang semua serba zaman digital. Sehingga bisa kita pasarkan secara digital," urainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/kegiatan-fashion-show-di-tarakan-21062021.jpg)