Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Pimpinan Ponpes Al Khairat Jelaskan Esensi Ajaran dan Sejarah Berdirinya MTs Al Khairat di Malinau

Pimpinan Pondok Pesantren Al Khairat Tanjung Selor menjelaskan esensi ajaran dan sejarah berdirinya MTs Al Khairat di Kabupaten Malinau.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Pimpinan Pondok Pesantren Al Khairat Tanjung Selor, Al Habib Muthahar bin Sholeh Al Jufrie saat menyampaikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas MTs Al Khairat di Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (21/6/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pimpinan Pondok Pesantren Al Khairat Tanjung Selor menjelaskan esensi ajaran dan sejarah berdirinya MTs Al Khairat di Kabupaten Malinau.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Khairat Tanjung Selor, Al Habib Muthahar bin Sholeh Al Jufrie menjelaskan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Khairat didirikan di Malinau sejak 51 tahun silam.

Tepatnya pada tahun 1970 oleh Ust Abdullah Bampe. Habib Muthahar menyebutnya sebagai Guru tua.

Baca juga: Bentuk Generasi Muda Muslim di Malinau, Wakil Bupati Jakaria Usulkan Penguatan Ikatan Remaja Masjid

Menurutnya, Tetua dan Pendiri Madrasah Tsanawiyah Al Khairat berdakwah melalui ilmu dan pendidikan akhlak atau karakter.

"Guru tua kami, Ust Abdullah Bampe mulai mendirikan MTs Al Khairat di Malinau kurang lebih 51 tahun lalu. Tepatnya tahun 1970 sudah mulai mendirikan," ujarnya, Senin (21/6/2021).

Hal tersebut diungkapkan Habib Muthahar dalam tausiahnya pada acara peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas MTs Al-Khairat di Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau.

Habib Muthahar menjelaskan dakwah islamiyah oleh pendiri dan guru Pondok Pesantren tersebut menggunakan pendekatan akhlak.

"Di MTs Al Khairat, ilmu yang diajarkan adalah melalui pendekatan akhlak. Kalau ingin mendapatkan ilmu harus merendah. Dakwah melalui kelembutan, kasih sayang dan akhlak mulia," katanya.

Peserta didik di Pondok pesantren tersebut ditanamkan untuk mendakwahkan agama islam melalui 5 pendekatan.

Baca juga: Mengenal Sosok Dibalik Juara Program Hafiz Indonesia 2020 Asal Malinau, Afiqah Adawiyah Hafal 10 Juz

Yakni dengan mengajar, sikap dan perilaku, sedekah harta, tulisan atau karya dan dengan lisan.

"Guru tua kita mencontohkan cara berdakwah beliau. Ini menjadi pegangan bagi kami. Metode dakwah yang diajarkan adalah dengan mengajar, sikap atau akhlak, sedekah harta, tulisan, dan yang terakhir adalah dengan lisan," ujarnya.

Siang tadi, Pimpinan Pondok Pesantren Al Khairat Tanjung Selor tersebut menghadiri seremoni peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas MTs Al Khairat Malinau.

Seremoni peletakan pembangunan tersebut dihadiri dan diresmikan oleh Wakil Bupati Malinau Jakaria bersama sejumlah tokoh agama di Malinau.

Baca juga: Dua Bulan Sebelum STQ Nasional di Maluku Utara, LPTQ Malinau Sudah Siapkan Perwakilan ke Kaltara

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved