Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Sekda Nunukan Sebut Covid-19 Klaster Perusahaan Meningkat, Serfianus Bakal Panggil Pimpinan Pekerja

Sekda Nunukan sebut Covid-19 klaster perusahaan meningkat, Serfianus bakal panggil pimpinan pekerja di perusahaan.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Serfianus. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Sekda Nunukan sebut Covid-19 klaster perusahaan meningkat, Serfianus bakal panggil pimpinan pekerja di perusahaan.

Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Kalimantan Utara mencatat perusahaan masih menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Nunukan.

Sekerataris Daerah (Sekda), Nunukan Serfianus mengatakan, belum lama ini, belasan pekerja proyek Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Pulau Sebatik terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Belasan Pekerja PLBN di Sebatik Positif Covid-19, Sekda Nunukan akan Panggil Pimpinan Perusahaan

Baca juga: 20 Pasien Positif Covid-19 di Malinau Jalani Perawatan, 2 Diantaranya Dirawat di Rumah Sakit 

Baca juga: Detik-detik Vaksinasi Covid-19, Ini yang Dirasakan Tiga Wanita di Nunukan  

"Beberapa hari lalu terjadi peningkatan kasus yang disebabkan oleh klaster perusahaan PT. PP yang sedang membangun infrastruktur PLBN di Sebatik," kata Serfianus kepada TribunKaltara.com, Sabtu (26/06/2021), pukul 14.30 Wita.

Lebih lanjut dia jelaskan, saat dari Bandung, karyawan PT. PP tersebut mengalami gejala influenza.

Lalu, saat memeriksakan diri ke Puskesmas, dokter melakukan test usap (test swab) dan hasilnya positif.

"Satgas lalu melakukan tracing kontak erat. Dari 50 pekerja lapangan PT.PP yang tinggal satu asrama dengan pekerja dimaksud, ditemukan 17 pekerja yang juga terkonfirmasi Covid-19. Itu di luar dugaan juga, ada karyawan dari Bandung lalu karyawan lain ikut terjangkit," ucapnya.

Satgas Covid-19 Nunukan mencatat ada tiga klaster perusahaan, yakni perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Sebakis Inti Lestari (SIL), perusahaan tambang PT.Mandiri Inti Perkasa (MIP) dan PT.Pembangun Perumahan (PP).

Menurutnya, perusahaan di Nunukan harus menerapkan Prokes secara ketat.

Ia meminta agar, setiap karyawan perusahaan yang datang dari luar daerah harus dilakukan karantina selama 14 hari sebelum membaur dengan karyawan lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved