Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Imbas PPKM, 1 Penumpang Tetap Diangkut Damri Tanjung Selor, Kapasitas Hanya Terisi 30 Persen

Menurut General Manager Damri Tanjung Selor Tri Wijono Djati, saat ini hanya sebesar 30 Persen dari jumlah kapasitas maksimal, 1 penumpang diangkut.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Petugas dari BPTD Kaltim Kaltara saat melakukan peninjuan di Pool Bus Damri Tanjung Selor jelang Lebaran 2021 lalu 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Semenjak diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM baik skala Mikro maupun Darurat, di beberapa wilayah Kaltara dan Kaltim.

Pendapatan angkutan perintis Damri turun signifikan.

Menurut General Manager Damri Tanjung Selor Tri Wijono Djati, rata-rata kemampuan atau daya angkut penumpang Damri saat ini hanya sebesar 30 Persen dari jumlah kapasitas maksimal.

Baca juga: Harga Tiket Rp 100 Ribu, Ini Jadwal Bus Damri Rute Tideng Pale-Tanjung Selor Kamis 15 Juli 2021

Hal ini ia ungkapkan saat ditemui di Kantor Damri Tanjung Selor, Jumat (16/7/2021).

"Dengan peraruran PPKM kita mematuhi kebijakan pemerintah, dalam hal ini secara bisnis kami terdampak, memang ada penurunan, tapi tentu kita utamakan keselamatan penumpang," ujar Tri Wijono Djati.

Baca juga: Jadwal dan Tarif Bus Damri Rabu 14 Juli 2021, Rute Tideng Pale-Tanjung Selor, Waktu Tempuh 4 Jam

"Secara pendapatan turun signifikan sekali, daya angkut kita sekarang hanya 30 Persen, karena orang yang berangkat yang memang punya kepentingan mendesak saja," tambahnya.

Lebih lanjut Tri Wijono Djati mengatakan tiga rute perjalanan, mengalami penurunan yang signifikan, diantaranya rute Tanjung Selor- Malinau, Tanjung Selor-Berau dan Tanjung Selor-Samarinda.

Bus Damri Tideng Pale-Tanjung Selor usai dilakukan inpeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan dalam rangka angkutan Natal dan Tahun Baru 2021.
Bus Damri Tideng Pale-Tanjung Selor usai dilakukan inpeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan dalam rangka angkutan Natal dan Tahun Baru 2021. (TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Damri Kaltara. (Foto dipost di Facebook Damri Kaltara pada 22 Desember 2020 lalu))

"Paling siginifikan itu rute Tanjung Selor-Malinau, karena yang masuk ke sana harus mematuhi surat edaran Bupati seperti hasil negatif tes antigen," katanya.

"Kalau Berau juga ada penurunan, otomatis yang rute Samarinda juga menurun, karena
PNS juga ada pembatasan perjalanan," ujarnya.

Baca juga: Hanya Satu Armada Beroperasi, Catat Jadwal dan Tarif Bus Damri Rute Tideng Pale-Tanjung Selor

"Bahkan ada rute tujuan KTT itu hanya satu penumpang saja, dan itu turun di Sekatak, kalau kami tetap berangkat karena tidak ada pembatasan transportasi, hanya pelaku peralanan saja yang dibatasi," tambahnya.

Pihaknya mengaku tidak mendapatkan tambahan dari penumpang pesawat, yang mana rute perjalanan pesawat kini mulai terbatas.

"Engga ada peralihan penumpang dari Pesawat, kita kan rute paling jauh juga ke Samarinda saja," tuturnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved