Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Pandemi Covid-19, Peternak Hewan Kurban Akui Pembelian Sapi Menurun, Mayoritas Hanya di Tarakan

Diakui Soleh, sebab menurunnya pembeli karena pandemi Covid-19 untuk pembeli mayoritas hanya dari Tarakan. Biasanya dari luar Tarakan ada yang beli.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Aktivitas pemilik ternak di lokasi peternakan sapi miliknya 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Hingga H-2 perayaan Idul Adha 1442 Hijriah, peternak sapi mengakui tahun ini penjualan sangat sepi.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya diakui Soleh. Diakui Soleh, sebab menurunnya pembeli selain karena pandemi Covid-19 juga banyak muncul bermunculan peternak sapi baru di Kota Tarakan dan mendatangkan sapinya dari Gorontalo.

Sholeh mengakui, tahun 2020 lalu, selain dari Kota Tarakan, ia biasanya banyak mendapatkan pesanan dari luar Tarakan seperti Pulau Bunyu. Namun tahun 2021 ini, pembeli dari luar Tarakan sepi dan mayoritas hanya ada di Tarakan.

Baca juga: Pastikan Hewan Kurban Sehat, Dinas Pertanian Bulungan akan Lakukan Pemeriksaan H-2, Jelang Idul Adha

Meski demikian ia tetap bersyukur masih ada pembeli walau tak sebanyak tahun sebelumnya.

“Ekonomi sulit sekarang. Mau kerja terbatas. Alahamdulillah masih ada mau bersedekah masih mau beli sapi. Sebetulnya gak turun, karena saat ini saking orang takut Covid-19 jadi agak khawatir,” beber Sholeh.

Baca juga: Datangkan dari Gorontalo, Tahun Ini Diprediksi 1.000 Ekor Sapi Siap Sembelih untuk Kurban

Ia melanjutkan, penurunan omzet tahun ini cukup jauh. Dan penurunanya cukup drastic. Padahal biaya modal membeli cukup mahal.

“Belinya mahal, jualnya murah karena banyak pedagang baru. Misalnya tahun lalu beli Rp 15 juta, sekarang Rp17 juta. Dan harga jualnya palingan di harga Rp 17,5 juta atau Rp 18 juta,” bebernya.

Aktivitas pemilik ternak di lokasi peternakan sapi miliknya
Aktivitas pemilik ternak di lokasi peternakan sapi miliknya (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Ia melanjutkan, misalnya modal awal pembelian Rp 26 juta, yang dijualkan Rp 27 juta. Untungnya sangat tipis diakui Sholeh. Belum lagi biaya angkut mendatangkan sapi.

“Terasa sekali untungnya tipis sekali tahun ini,” keluh Sholeh.

Baca juga: Jelang Idha Adha, Harga Sapi di Malinau Dijual Mulai Rp 16.500.000 Perekor, Berikut Harganya

Ia menjelaskan, harga sapi terendah di lokasi peternakan yang ia miliki di kisaran Rp 18 juta dengan modal awal Rp 16,5 juta.

Ada juga dari modal awal Rp 27,5 juta dijualkan bisa sampai Rp 35 juta namun itu tak banyak stoknya.

“Di sini ada harga Rp17 juta sampai Rp 85 juta. Sapi murah itu jenus sapi bali. Tapi dilihat juga besar kecilnya,” jelasnya.

Karena pembeli yang ingin berkurban biasanya dalam bentuk kelompok. Rerata yang terbeli jenis sapi yang dijualkan Rp 20 jutaan.

Baca juga: Daftar Harga Sapi Kurban Idul Adha 2021: Mulai dari Sapi Biasa, Sapi Al-Kautsar hingga Sapi Super

“Ada juga yang jenis limosin, Bali dan Australia. Kalau yang Australia Rp 40 jutaaan. Bisa sampai 1 ton lebih beratnya. Itu biasanya dihargai RP 85 jutaan,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved