Berita Bulungan Terkini

Penataan Pasar Induk Tanjung Selor, Pedagang Sembako Menolak Dilarang Jual Sayur

Pelaksana Tugas Kepala Disperindagkop Bulungan Asmuni, penertiban dilakukan secara aturan, Los Ikan dan Daging tidak diperuntukan untuk sayur

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Los Ikan dan Daging di Pasar Induk Tanjung Selor 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR- Pihak Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi atau Disperindagkop Bulungan menjelaskan alasan melakukan penertiban bagi pedagang sayur di Los Ikan dan Daging di Pasar Induk Tanjung Selor pada Selasa lalu.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Disperindagkop Bulungan Asmuni, penertiban dilakukan lantaran secara aturan, Los Ikan dan Daging tidak diperuntukan untuk menjual sayur, mengingat produk sayur telah memiliki lapak tersendiri yakni di Los Agro.

"Kami kemarin itu telah melakukan Penataan Pasar Subuh, penataan Pasar Agro dan yang kemarin itu di Los Pasar Ikan," kata Plt Kepala Disperindagkop Bulungan Asmuni.

Baca juga: Penataan Pasar Induk Tanjung Selor, Bupati Bulungan Syarwani Sebut akan Tegas Tertibkan Pedagang

"Jadi mereka inikan sewa, jadi sebelum penempatan, mereka sudah tanda tangan pernyataan untuk tidak menjual sayur mayur karena itu khusus daging dan ikan," katanya.

"Kalau kios, bisa menjual bumbu termasuk sembako, tapi tidak boleh sayur, karena peruntukan sayur sudah ada di Agro," tambahnya.

Baca juga: Ketua DPRD Bulungan Kilat Minta Pemkab Lebih Giat Sosialisasi Penataan Pasar Induk Tanjung Selor

Asmuni menambahkan pihaknya telah melakukan sosialisasi dan memberikan surat edaran kepada para pedagang untuk tidak menjualkan sayur di Los Ikan dan Daging. Sehingga pihaknya melakukan penertiban bagi para pedagang sayur pada Selasa lalu.

"Sosialisasi sudah dilakukan, Surat Edaran juga sudah diberikan, makanya kami eksekusi kemarin," terangnya.

Los Ikan dan Daging di Pasar Induk Tanjung Selor
Los Ikan dan Daging di Pasar Induk Tanjung Selor (TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI)

Namun, berdasarkan pantauan TribunKaltara.com pada Jumat (6/8/2021), masih banyak pedagang yang menjualkan sayur di Los Ikan dan Daging.

Salah satunya ialah Samsul, dirinya mengatakan akan tetap untuk berjualan sayur, lantaran berjualan sembako dan sayur sudah lama ia lakukan.

Baca juga: Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Harga Wortel Tawau di Pasar Induk Tanjung Selor Rp 30 per Kilogram 

"Dulu kita memang sudah menjual seperti ini, kami pindahan pasar ikan yang dulu," kata Pedagang di Los Ikan dan Daging, Samsul.

Dirinya mengakui, sebelum menempati kiosnya di dekat pintu masuk Los Ikan dan Daging saat ini, sudah diminta untuk tidak menjualkan sayur.

Namun, Samsul bersama pedagang lainnya mengatakan bila berjualan sembako dan sayur sudah menjadi satu kesatuan, ditambah pemasukan dari berjualan sayur lebih besar dibandingkan dengan berjualan sembako.

"Kita jual sayur ini lebih banyak untungnya, kalau sembako tidak seberapa paling hanya beberapa saja yang beli," katanya.

"Dari awal memang kita diminta hanya jual sembako, tapi kita yang pindahan ini memang sudah jual sembako dan sayur," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved