Berita Tarakan Terkini

Stok Air Baku Menipis di Embung, PDAM Tirta Alam Tarakan Berlakukan Penggiliran Pendistribusian Air

Stok air baku menipis di Embung Binalatung, Perumda PDAM Tirta Alam Tarakan berlakukan penggiliran pendistribusian air.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kondisi Embung Binalatung di Kelurahan Kampung Satu. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Stok air baku menipis di Embung Binalatung, Perumda PDAM Tirta Alam Tarakan berlakukan penggiliran pendistribusian air.

Mulai 25 Agustus 2021 lalu, Perumda PDAM Tirta Alam Kota Tarakan mulai menerapkan penggiliran pendistribusian air PDAM kepada pelanggannya.

Baca juga: Unggah Wajah Dibalut Perban, Nissa Sabyan Terbaring Lemah, Singgung Pejuang Jerawat

Ini dikarenakan kondisi air baku di Embung Binalatung mulai menipis dan hujan yang tak mampu menambah debit air baku di embung yang berlokasi Kelurahan Kampung Satu.

Dikatakan Muhammad Jufri, Kepala Bagian Umum Perumda PDAM Tirta Alam Kota Tarakan alasan dilakukan penggiliran distribusi air karena beberapa faktor. Pertama dibeberkannya yakni karena curah hujan yang cukup rendah.

Meskipun terjadi hujan namun, tidak begitu deras yang berada di wilayah Embung Binalatung Kelurahan Kampung Satu.

“Jadi hujan turun tapi tidak begitu deras. Sehingga kondisi air baku kita di Embung Binalatung sangat minim. Produksi turun jauh sekali,” beber Muhammad Jufri.

Menyoal penggiliran, pihaknya sudah membuat schedule per tiga hari dan per empat hari. Diakuinya, proses pengisian di pipa memakan waktu sekitar satu hari.

“Dan masyarakat itu dua hari bisa mengisi tampungan maupun profil yang dimiliki masyarakat. Itu khusus untuk wilayah yang dekat dengan cakupan pelayanan yang dekat dengan instalasi pengolahan air (IPA),” ujarnya.

Baca juga: Siswa Sudah Divaksin dan PPKM Level 4 Dicabut, Disdikbud Tarakan Dukung Pembelajaran Tatap Muka

Namun untuk cakupan wilayah yang jauh, membutuhkan waktu yang lebih seperti di area belakang BRI, wilayah Beringin, daerah Mamburungan hingga wilayah Pantai Amal.

“Maka itu mendapatkan empat hari giliran pengaliran airnya. Karena untuk mengisi pipa dibutuhkan dua hari bahkan tiga hari. Di hari ketiga dan keempat, baru warga terjauh baru bisa rasakan air mengalir,” ujarnya.

Ini adalah skema pendistribusian air yang bisa digambarkan pihaknya mengingat kondisi air baku di Kelurahan Kampung Satu sangat minim.

Jika beberapa pekan lalu, debit air yang mampu diproduksi. Dan untuk pekan ini, masih sama lanjutya, menurutnya kapasitas produksi ini jauh di bawah standar yakni hanya bisa memproduksi 60 liter per detik.

“Kurang lebih minggu lalu. Sempat naik sedikit air baku kita karena hujan deras dua hari tapi bertahan beberapa waktu kita naikkan produksi setelah itu kembali debit air kita kurang,” bebernya.

Ia membeberkan, untuk debit produksi air di Embung Binalatung mencapai 200 liter per detik. Dan per 27 Agustus 2021, mines di angka -231 sentimeter. “Dari level paling tinggi plus satu meter dan setelah dipakai berkurang dari titik nol turun berkurang jadi 231 sentimeter,” bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved