Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Mengabdi di KPK 15 Tahun, Faisal Sebut Pimpinan Kejam dan Buta Hati: Jangan Takluk di Hadapan Kuasa

Mengabdi di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK selama 15 tahun, Faisal sebut pimpinan kejam dan buta hati: Jangan takluk di hadapan kuasa.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Massa aksi yang tergabung dalam serikat buruh dan masyarakat sipil melakukan aksi teatrikal di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (28/6/2021). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dari upaya pelemahan KPK mulai dari revisi UU KPK hingga pemecatan 75 pegawai KPK yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNKALTARA.COM - Mengabdi di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK selama 15 tahun, Faisal sebut pimpinan kejam dan buta hati: Jangan takluk di hadapan kuasa.

Faisal merupakan seorang mantan pegawai KPK, yang bersama-sama dengan 55 pegawai KPK yang telah dipecat oleh pimpinan KPK Firli Bahuri.

Dalam kesempatan diwawancarai, Faisal menyatakan uneg-unegnya sebelum akhirnya, pada 1 Oktober 2021 mendatang, ia tak lagi menjadi pegawai KPK.

Faisal dan kawan-kawannya harus meninggalkan KPK, setelah gagal menjadi Aparatur Sipil Negara ( ASN) melalui metode asesmen Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK).

Baca juga: Novel Baswedan Cs Dipecat KPK, Fahri Hamzah Tak Percaya Niat Jahat Lembaga Pimpinan Firli Bahuri

Seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terdepak dari lembaga antirasuah mengungkapkan isi hatinya di akhir masa penugasannya.

Dia adalah Faisal, salah seorang dari 56 pegawai yang gagal menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui metode asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK).

Faisal bersama 55 rekannya tidak akan lagi bekerja di KPK per 1 Oktober 2021, karena pimpinan KPK telah memecat mereka pada 30 September 2021.

Faisal menyebut bahwa pimpinan KPK di bawah komando Firli Bahuri telah secara kejam menggusur 54 pegawai komisi antikorupsi.

"Pimpinan KPK secara kejam telah menggusur kami, 56 pegawai KPK. Mereka telah buta-hati mendepak anak kandungnya sendiri. Atau, sejak awal barangkali kami memang dianggap anak haram. Sebuah perangai yang bengis dan semena-mena," kata Faisal lewat keterangan tertulis, Sabtu (18/9/2021).

Bengis, karena Faisal merasa pimpinan KPK tak menghiraukan hak asasi manusia (HAM) ke-56 pegawai KPK. Padahal sebagai manusia, kata dia, 56 pegawai memiliki perasaan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved