Berita Daerah Terkini
Milenial Punya Peran Penting dalam K3, Dr Isradi: Perlu Ada Kurikulum K3 di Sekolah dan Kampus
Milenial memiliki peran strategis, apalagi jumlahnya kaum muda diperkirakan mencapai 37 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN - Rektor Universitas Balikpapan (uniba) dalam kapasitas selaku ketua Komisi II Dewan K3 Nasional (DK3N) Dr. Isradi Zainal menjadi pembicara Webinar Nasional tentang Peran Milenial dalam Inovasi dan Meningkatkan Budaya K3.
Acara yang dilaksanakan PT Pelindo III ini juga mengundang narasumber Ketua World Safety Organitation (WSO) Soehatman Ramli.
Semina yang dilaksanakan secara virtual ini dihadiri praktisi K3, akademisi, PJK3, kaum milenial, dan peserta umum lainnya.
Baca juga: Isradi Ikut Rakor Persiapan Hakteknas, Digelar 10-17 Agustus dan 10 November 2021 Dibuka Presiden RI
Kegiatan diawali dengan opening speech dari Direktur SDM Pelindo III dan sambutan Kepala Dinas Nakertran Jawa timur.
Dr Isradi Zainal mendapat kesempatan menjadi pamateri pertama dilanjutkan Ketua WSO Soehatman Soehatman Ramli.
Dalam paparannya Isradi menguraikan peran milenial dalam inovasi dan peningkatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Menurut Sekretaris Eksekutif Umum INOSHPRO (Indonesian Organization of Occupational Safety and Health Profesional) tersebut, milenial memiliki peran strategis, apalagi jumlahnya kaum muda diperkirakan mencapai 37 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Peran milenial di antaranya sebagai agent of change, akselerator, inovator dan developer.
Dengan demikian kaum milenial menjadi penentu tercapainya budaya K3.
Baca juga: Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dunia, 16 Gubernur Raih Penghargaan K3 Terbaik dari Kemnaker
Terlibatnya kaum milenial dalam penerapan, pelaksanaan dan evaluasi K3 akan membantu mempercepat tercapainya budaya K3 di Indonesia.
Kaum milenial dengan kapasitas di bidang digital yang mumpuni akan mampu berinovasi dalam peningkatan budaya K3.
Untuk itu Sekjen Forum Rektor PII ini menyarankan agar Kurikulum K3 diajarkan di sekolah dan kampus.
Selain itu penerapan K3 diupayakan bisa di semua sektor, termasuk kantor pemerintahan, masyarakat dan keluarga. Bukan pada perusahaan saja.
Untuk mempercepat tercapainya budaya K3 maka diperlukan sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, masyarakat termasuk milenia dan media. Dimana peran milenial menjadi sentral dalam peran ini
Baca juga: Peringati Bulan K3 BPJamsostek Tarakan Berikan Bantuan Corona Safety Kit
Selanjutnya Ketua WSO Soehatman Ramli menyampaikan materi dengan topik peran generasi muda sebagai kader budaya safety.
Seperti yang disampaikan Isradi, peran milenial sebagai safety champion, agent of change dan sebagai roles model.
Dengan demikian generasi muda diharapkan memiliki pemahaman K3, disiplin, partisipasif, dan aktif mengkampanyekan K3 di masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan tanya jawab antara peserta dan pembicara dan diakhiri dengan kuiz. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/seminar-pelindo3.jpg)