Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Kuasa Hukum Nilai Kasus Iwan Setiawan Murni Politis, Belum Tahu Alasan JPU Tarik Permintaan Banding

Pasca penetapan kasus PN Tanjung Selor terhadap Iwan Setiawan, terlapor kasus pencemaran nama baik mantan Gubernur Kaltara Irianto,JPU Ajukan banding

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Iwan Setiawan, diputuskan hanya menjalani amsa percobaan hukuman pasca divonis bersalah kasus pencemaran nama baik mantan Gubernur Kaltara. 

Ia menilai ada unsur politik terkait kasus tersebut. Sampai putusan hakim di PN Tanjung Selor, Iwan Setiawan dinyatakan bersalah dengan hukuman percobaan lima bulan, dalam hal ini pihaknya menerima saja.

Baca juga: Kelanjutan Kasus Iwan Setiawan, Jaksa Penuntut Umum Ajukan Banding Putusan Majelis Hakim

“Kami menerima tanpa catatan apapun. Tetapi JPU Bulungan melakukan banding di tanggal 9 September 2021. Mereka tidak puas atas tuntutan dia yang satu tahun. Ketidakpuasan ini kemungkinan pelapor kecewa atas hasil putusan,” ungkapnya.

Namun lanjutnya, Allah berkehendak lain. Kasusnya pun diputuskan dengan menjalani masa percobaan.
Adapun dalam setiap proses hukum, jika ada kasus tersebut sebenarnya bergantung kepada fakta di persidangan. Dan memang apa yang dituliskan dan menjadi tuntutan pelapor semua bisa dibuktikan oleh terlapor.

“Mulai dari Irianto Lambrie tunjuk anak masuk dalam TGUPP. Kemudian ditunjuk jadi Duta Literasi. Pak Iwan tidak menyebut KKN dalam arti Korupsi Kolusi dan nepotisme melainkan Kerja Kurang Nyata,” lanjutnya.

Selanjutnya persoalan kata ‘mengimpor’ pejabat dari Kaltim setara kadis pindah ke Kalatara. “Dan bisa dibuktikan semua. Padahal di Kaltim jabatan sudah bagus, segi pendapatan bagus, jabatan bagu. Tapi ditarik. Padahal di Kaltara banyak pejabat yang bisa ditunjuk. Saya buktikan lengkap dengan jabatannya,” jelasnya.

Baca juga: Direktur PDAM Tarakan Divonis 3 Bulan Penjara, Wali Kota Tarakan Khairul Sikapi Kasus Iwan Setiawan

Persoalan anggaran kehumasan lebih tinggi daripada yang dialokasikan untuk Dinas Pertanian dan Perikanan. “Dan bisa dibuktikan semua dalam struktur anggaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan putusan dari majelis hakim PN Tanjung Selor saat itu, Iwan Setiawan menjalani masa hukuman percobaan. “Dan sudah pasti sepertinya pelapor yakni mantan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie merasa kecewa dengan putusan ini. Tapi sekali lagi, Allah berkehendak lain,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved