Berita Tarakan Terkini
Sebulan Terjadi Lima Kali Kebakaran di Kota Tarakan, Penyebab Didominasi Konsleting Listrik
Selama sebulan telah terjadi lima kali kebakaran di Kota Tarakan. Penyebabnya didominasi akibat konsleting arus listrik.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Selama sebulan telah terjadi lima kali kebakaran di Kota Tarakan. Penyebabnya didominasi akibat konsleting arus listrik.
Menurut Kepala Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Hanip Matiksan, total ada 10 kali laporan kasus kebakaran selama periode September 2021.
Dari 10 laporan tersebut, terdiri dari empat rumah atau bangunan yang terdampak dan ada yang habis terbakar. Kemudian ada pula satu laporan kebakaran lahan.
“Sisanya kebakaran seperti gardu listrik dan lainnya,” beber Hanip Matiksan.
Baca juga: Kebakaran di Amal Baru, Diduga Korsleting Listrik, PMK Tarakan Sempat Terkendala Akses Jalan Lokasi
Ia melanjutkan, rerata kasus kebakaran di September didominasi penyebabnya diduga karena konsleting listrik.
“Hampir penyebabnya konsleting. Seperti di Kelurahan Pantai Amal, dua kali kasusnya karena konsleting listrik. Seharusnya kabel standar yang digunakan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, laporannya penyambungan kabel dilakukan ke stop kontak sat uke stop kontak lainnya.
“Disambung menjadi satu. Saya coba tadi pagi masak pakai terminal, begitu saya colokkan meledak, lampu mati. Itulah penyebabnya sering kali seperti itu,” ujarnya.
Pada kasus-kasus seperti itu, pemahaman penggunakan kabel standar nasional masih minim diketahui masyarakat.
Baca juga: Kebakaran di Amal Baru, Diduga Korsleting Listrik, PMK Tarakan Sempat Terkendala Akses Jalan Lokasi
“Ada lima kebakaran salah satunya lahan. Kalau laporan keseluruhan 10 kasus. Empat sisanya kebakaran lainnya. Di luar kebakaran itu masuk dalam kasus laporan non kebakaran,” bebernya.
Contohnya ada laporan penangkapan tawon, buaya, ular dan lainnya.
Ia kembali membeberkan, selama Januari hingga September 2021, laporan kebakaran sebanyak 33 kasus. Jumlah bangunan yang terbakar sebanyak 17 rumah atau bangunan.
Jumlah lahan atau hutan yang terbakar dilaporkan sebanyak lima kasus dan kasus lainnya sebanyak 11 kasus. (*)