Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Wariskan Budaya Lewat Kesenian, Pelatih Tari Tradisional Malinau Beber Tantangan Pandemi Covid-19

Wariskan budaya lewat kesenian, Pelatih Tari Tradisional Sanggar Seni Dayak Lengilo' Ulong Da'a Malinau, Panias Pelatus beber tantangan pandemi corona

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Tari Perang Ulong Da'a yang diperankan oleh Panias bersama anggota Sanggar Seni Ulong Da'a saat upacara penyambutan tamu kehormatan di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TribunKaltara.com / Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Wariskan budaya lewat kesenian, Pelatih Tari Tradisional Sanggar Seni Dayak Lengilo' Ulong Da'a Malinau, Panias Pelatus beber tantangan pandemi Covid-19.

Selama pandemi Covid-19 mewabah di Kabupaten Malinau, pertunjukan dan pagelaran kesenian daerah minim digelar.

Pagelaran kesenian di Kabupaten Malinau sebelumnya rutin dilaksanakan. Namun intensitas pertunjukan kesenian daerah berkurang selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.

Baca juga: Ungkap Kasus Pencurian di Long Loreh, Tiga Personel Sat Reskrim Polres Malinau Terima Penghargaan

Pelatih Tari Tradisional Sanggar Seni Dayak Lengilo' Ulong Da'a Malinau, Panias Pelatus mengatakan sektor kesenian daerah turut terdampak akibat wabah Covid-19.

Hal tersebut berpengaruh signifikan terhadap minat dan ketertarikan untuk menekuni bidang seni gerak tersebut. Utamanya bagi anak didik asuhannya yang notabenenya didominasi kawula muda.

"Tantangannya selama pandemi kan kita jarang-jarang tampil. Jadi intensitas latihan juga berkurang. Ini sangat berpengaruh pada motivasi adik-adik," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (12/10/2021).

Panias yang juga merupakan Penari Utama Sanggar Seni Ulong Da'a tersebut mengatakan dirinya merasa berkewajiban mewariskan kesenian daerah kepada muda-mudi dan anak didiknya selaku generasi pelanjut.

Baca juga: Uji Lab PCR Malinau, Layanan Pemeriksaan Bagi Pelaku Perjalanan Ditarget Beroperasi November 2021

Tantangannya, selama pandemi Covid-19 intensitas latihan termasuk pertunjukan mulai sepi. Hal tersebut berpengaruh besar terhadap minat pemuda terhadap kesenian daerah.

Selaku pegiat kesenian daerah, Panias mengatakan pola ajar termasuk didikan kepada kawula juga mau tak mau harus menyesuaikan.

"Kalau dulu-dulu, ilmu itu dicari. Istilahnya, kita yang berguru. Karena memang minat. Sekarang ada perubahan, jadi sebagai pelatih kita menawarkan. Karena saya rasa kesenian itu perlu diwariskan. Sebab seni adalah bagian dari sejarah," katanya

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved