SKK Migas dan KKKS Dorong Multiplier Effect Industri Hulu Migas Bagi Daerah
SKK Migas dan KKKS mendorong peningkatan efek berganda (multiplier effects) industri hulu migas pada perekonomian daerah dan nasional.
Sementara pencapaian industri kesehatan, mencapai USD 20,446 juta (setara dengan Rp. 296,4 miliar) dengan TKDN 86 persen, disusul dengan industri asuransi senilai USD 3,821 (setara dengan Rp. 55,4 miliar) juta dengan nilai TKDN sebesar 86 persen.
"Dari keseluruhan kontribusi tersebut, Usaha Menengah dan Usaha Kecil memiliki peranan aktif terhadap perputaran roda ekonomi sebesar 10,7 persen dengan nilai TKDN 100 persen," ungkap Dwi Soetjipto.
Menurut pengamat migas dari Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, industri migas memiliki multiplier effect yang sangat besar.
Ia menekankan dari 185 sub-sektor yang ada di Indonesia, 73 sub-sektornya merupakan sektor pendukung industri hulu migas dan 45 sub-sektor lainnya adalah industri pengguna.
Hal tersebut menunjukkan bahwa industri hulu migas memiliki peran yang sangat vital dalam struktur ekonomi nasional dan daerah, terutama dalam melahirkan jasa-jasa penunjang.
Hal ini disebabkan setiap USD 1 miliar investasi hulu migas akan menghasilkan dampak ekonomi sebesar USD 3,7 miliar atau sebesar 3,7 kali.
"Kalau kegiatan hulu migas bermasalah, maka 73 sub-sektor yang ada di belakangnya juga ikut bermasalah.
Demikian pula dengan 45 sub-sektor pengguna, seperti industri listrik, semen, pupuk, pengilangan. Ini juga akan bermasalah. Peran penting industri migas luar biasa besar," ujarnya.
Komaidi Notonegoro mengatakan produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari pada 2030 dipastikan akan memberikan dampak yang sangat besar bagi daerah.
selain itu peluang industri nasional untuk berperan aktif semakin besar.
Alhasil penerimaan daerah dan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasi hulu migas akan meningkat secara signifikan.
Sebagai catatan, pada 2020 kontribusi hulu migas ke penerimaan negara mencapai Rp 122 triliun atau tercapai 144 persen dari target APBN-P 2020.
Hingga Agustus 2021, penerimaan negara dari sektor hulu migas sudah mencapai Rp 125 triliun atau 125 persen dari target 2021.
Gelar Forum Kapasitas Nasional
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja SKK Migas, Dwi Soetjipto mengungkapkan pihaknya bersama KKKS
akan menggelar Forum Kapasitas Nasional 2021 pada 21-22 October 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/skk-migas-191021.jpg)