Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Aturan Baru Naik Pesawat, Anak Usia 12 Tahun Boleh Terbang, Berikut Update Syarat untuk Perjalanan

Pemerintah mengeluarkan aturan baru bagi pelaku perjalanan moda transportasi udara. Mulai 21 Oktober 2021, anak usia 12 tahun boleh ikut terbang.

Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Aktivitas penumpang di Bandara Udara Juwata Tarakan. Mulai 21 Oktober 2021, anak-anak usia 12 tahun sudah diperbolehkan naik pesawat dengan syarat hasil tes PCR negatif. 

TRIBUNKALTARA.COM, JAKARTA – Pemerintah mengeluarkan aturan baru bagi pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara. Mulai 21 Oktober 2021, anak usia 12 tahun sudah boleh ikut terbang

Hal itu dikemukakan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/10/2021).

Wiku menjelaskan, anak-anak usia di bawah 12 tahun diperbolehkan naik pesawat, asalkan sudah melakukan tes reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) dengan hasil negatif.

Pihak orangtua juga harus mendampingi dan memastikan anak yang dibawa terbang tersebut dalam kondisi sehat.

Baca juga: PPKM dan Kebijakan Vaksinasi, PCR dan Rapid Test Antigen bagi Pelaku Penerbangan Domestik

"Anak-anak usia di bawah 12 tahun sudah bisa naik pesawat, tetapi harus melakukan tes PCR sesuai persyaratan di daerahnya masing-masing.

Diperbolehkan, asalkan penuh kehati-hatian dan dalam keadaan sehat," ujar Wiku.

Alasan pemerintah dan tim Satgas Penanganan Covid-19 memperketat aturan perjalanan dalam negeri menggunakan transportasi udara meski pandemi telah melandai untuk mencegah lonjakan penularan.

Calon penumpang pesawat diwajibkan melakukan tes RT-PCR selama bepergian karena  hasil tesnya lebih akurat ketimbang menggunakan tes Antigen.

"Ppersyaratan kepada pelaku perjalanan diskrining dengan PCR khususnya pada moda transportasi udara ini dalam rangka memastikan tidak terjadi penularan.

Baca juga: Antisipasi Covid-19 dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri, Lanal Nunukan Suntik Vaksin ke 100 Mahasiswa

Menggunakan PCR akurasinya lebih tinggi daripada rapid Antigen," katanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved