Breaking News:

Sejarah Halloween yang Identik dengan Kostum Hantu dan Labu Diukir, Diperingati Setiap 31 Oktober

Sejarah Halloween yang selalu dirayakan setiap 31 Oktober, identik dengan mengenakan kostum hantu serta labu yang diukir.

Editor: N Anastasia
Freepik
Ilustrasi perayaan Halloween. 

Kostum yang mereka kenakan terdiri dari kepala dan kulit binatang.

Setelah perayaan selesai, mereka akan menyalakan kembali api untuk melindungi diri dari musim dingin.

Pada 43 Masehi, Kekaisaran Romawi telah menaklukkan sebagian besar wilayah Celtic.

Selama 400 tahun mereka memerintah tanah Celtic, dua festival asal Romawi digabungkan dengan perayaan tradisional Samhain.

Pertama adalah Feralia, hari di akhir Oktober ketika orang Romawi secara tradisional memperingati meninggalnya orang mati.

Kedua adalah hari untuk menghormati Pomona, dewi buah dan pohon Romawi.

Pada abad ke-9, pengaruh Kekristenan telah menyebar ke tanah Celtic.

Pada tahun 1000 M, gereja menjadikan 2 November sebagai Hari Semua Jiwa, hari untuk menghormati orang mati.

Baca juga: Sejarah Hari Sumpah Pemuda dan Ikrarnya, Diperingati Setiap 28 Oktober sejak 1928

Hari Semua Jiwa dirayakan mirip dengan Samhain, dengan api unggun besar, parade, dan berpakaian seperti orang suci, malaikat, dan setan.

Perayaan All Saints' Day juga disebut All-hallows atau All-hallowmas dari bahasa Inggris Tengah Alholowmesse yang berarti All Saints' Day.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved