Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Cuaca Ekstrem Berpotensi Banjir, BPBD Nunukan Imbau Warga Waspada Ancaman Buaya dan Ular

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, mewanti-wanti warga soal ancaman buaya dan ular saat banjir datang.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO- Hasan
Banjir di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, belum lama ini 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, mewanti-wanti warga soal ancaman buaya dan ular saat banjir datang.

Kasubid Kedaruratan, BPBD Nunukan Hasanudin beberkan analisis yang mereka lakukan saat banjir, buaya yang ada di sungai kerap kali memasuki pemukiman warga.

Bahkan saat air meluap, predator air itu bisa leluasa masuk ke rumah panggung warga dan mengancam keselamatan mereka.

Baca juga: Di Malinau Bencana Banjir Urutan Pertama Disusul Tanah Longsor, Kecamatan Mentarang Paling Rawan

"Bukan hanya buaya, ular hitam juga begitu. Hewan itu biasa keluar dari hutan karena banjir," kata Hasanudin kepada TribunKaltara.com, Senin (22/11/2021), pukul 08.00 Wita.

Lanjut Hasan,"Habitat buaya kian berkembang. Contohnya di bawah tower pemantau hujan, wilayah Mansalong malah sudah menjadi lokasi favorit buaya. Ini yang harus diantisipasi warga," tambahnya.

Baca juga: Banjir Rob Rendam Permukiman Warga Pesisir, Kipas Angin Milik Bahar Rusak: Syukurnya Tak Hujan

Dia meminta kepada warga agar segera melaporkan kepada aparat pemerintah setempat, bila menemukan buaya atau ular yang menghampiri pemukiman warga.

Sementara itu, Hasan mengaku untuk warga yang berada di wilayah daratan Kalimantan, seperti di Kecamatan Sembakung dan sekitarnya, penanganannya agak sulit dilakukan.

Banjir di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, belum lama ini
Banjir di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, belum lama ini (TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Hasan)

"Kalau banjirnya masih di Pulau Nunukan, warga bisa menghubungi dinas pemadam kebakaran. Karena mereka biasa mengevakuasi ular dan buaya," ucapnya.

Sejauh ini, kata Hasan belum ada laporan dari warga terkait ancaman buaya ataupun ular.

Baca juga: Sering Alami Banjir, Dinas Sosial Kaltara Bakal Bentuk Kampung Siaga Bencana di Kabupaten Malinau 

"Yang terpenting warga tetap waspada dalam beraktivitas di luar rumah saat banjir," ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus Felis.

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved