Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Bantah Disperindagkop Kaltara, Pemkab Nunukan Ungkap Kelangkaan Tabung Elpiji di Krayan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan bantah Disperindagkop Kaltara terkait alasan tabung Elpiji di Krayan langka.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Kegiatan bongkar muat barang pokok dari Serawak, Malaysia, di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, belum lama ini. (HO/ Muktar). 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan bantah Disperindagkop Kaltara terkait alasan tabung Elpiji di Krayan langka.

Melalui pemberitaan TribunKaltara.com, Tanjung Selor, Pelaksana Tugas Kepala Disperindagkop Kaltara Hasriyani, mengungkapkan akan ada 1.000 tabung Elpiji berukuran 14 Kg, yang dipasok dari Serawak Malaysia ke wilayah Krayan.

Kedatangan pasokan tabung gas Elpiji itu dalam rangka mengatasi kelangkaan tabung gas Elpiji di wilayah Krayan.

Baca juga: Tabung Elpiji di Krayan Langka, Warga Perbatasan RI-Malaysia Kembali Beli Kayu Bakar untuk Memasak

Penyebabnya, kata dia pesawat yang biasa digunakan untuk memasok tabung gas Elpiji dari Pertamina sedang rusak.

Mendengar itu, Kabag Ekonomi Setkab Nunukan, Muktar bantah sebab kelangkaan tabung Elpiji di Krayan, akibat pesawat rusak.

Baca juga: 11 Kali Mencuri Tabung Gas & 2 Kotak Amal,Polres Bulungan Berhasil Amankan Pelaku, Ini Lokasinya

"Bukan pesawat dari Tarakan rusak. Ongkos angkut tabung Elpiji ke Krayan kan dari CSR Pertamina. Bukan dari Kementerian," kata Muktar kepada TribunKaltara.com, Selasa (23/11/2021), pukul 13.30 Wita.

Lebih lanjut Muktar sampaikan, subsidi tabung Elpiji 14 Kg dari Tarakan ke Krayan sebesar Rp1,7 juta per tabung.

Kegiatan  bongkar muat barang pokok dari Serawak, Malaysia, di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, belum lama ini
Kegiatan bongkar muat barang pokok dari Serawak, Malaysia, di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, belum lama ini (TRIBUNKALTARA.COM/ HO- Muktar)

"CSR Pertamina itu diperjuangkan sama anggota DPR RI. Subsidi ongkos angkutnya besar. Kalau sudah habis mau gimana lagi. Kita tidak bisa jamin. Pertamina tidak sanggup kalau terus-terusan gitu. Kami sudah bawa ke tingkat Kementerian, tapi tidak ada yang bisa angkut," ucapnya.

Mengenai sudah berapa kali flight ke Krayan menggunakan CSR Pertamina, Muktar katakan dia tidak mengetahui pasti.

Namun, Muktar mengaku, Oktober lalu, pasokan tabung Elpiji 14 Kg sudah didatangkan dari Lawas, Serawak Malaysia ke Krayan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved