Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Kronologi 3 Siswa SD di Tarakan tak Naik Kelas, Sampai Sidang ke PTUN, Penjelasan Disdik Mengejutkan

Mantan Kepala SDN 051 Tarakan beber kronologi kasus tiga pelajar tak naik kelas, tegaskan tidak ada intoleransi kepercayaan dan diskriminasi keyakinan

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
tribunkaltara.com
Ilustrasi - Beberapa murid SD Negeri 002 Tana Tidung mengikuti mata pelajaran PJOK pada pembelajaran tatap muka terbatas. (TRIBUNKALTARA.COM / RISNA) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Mantan Kepala SDN 051 Tarakan Tarakan beber kronologi kasus tiga pelajar tak naik kelas, tegaskan tidak ada intoleransi kepercayaan dan diskriminasi keyakinan

Tiga pelajar tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) 051, Kelurahan Juata Permai, Kota Tarakan menjadi viral usai dikabarkan tidak mendapatkan kenaikan kelas selama tiga tahun berturut-turut.

Buntut perkaranya berdasarkan pemberitaan yang viral ditengarai faktor keyakinan atau kepercayaan agama orangtua.

Dalam hal ini, SDN 051 Tarakan pun menjadi tergugat atau dilaporkan orangtua tiga pelajar bersaudara yakni M kelas 5, kemudian Y kelas 4 dan Yn kelas 2.

Baca juga: Warga Tarakan Herankan Kelangkaan LPG 3 Kg, Akui Bisa Dapat Harga Eceran Elpiji Hingga Rp 75 Ribu

Kepala Seksi Pembinaan PAUD Disdik Tarakan, Kamal yang juga pernah menjabat sebagai Kepala SDN 051 Tarakan Kelurahan Juata Permai membeberkan kronologi bagaimana awal kasus itu bermula.

Ia juga menampik keras pemberitaan media yang sebagian besar belum terkonfirmasi tersebut di awal viralnya pemberitaan tersebut.

Kamal menjelaskan kronologi kejadian tiga anak sekolah yang sempat menjadi viral diduga tidak naik kelas selama tiga tahun karena diskriminasi latar belakang agama atau kepercayaan yang dianut.

Dikatakan Kamal, pihaknya hanya menilai satu hal, seharusnya tidak ada berita yang muncul dan viral sebelum ada klarifikasi ke lapangan.

Kepala Seksi Pembinaan PAUD Disdik Tarakan, Kamal. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kepala Seksi Pembinaan PAUD Disdik Tarakan, Kamal. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)

“Apa boleh buat sudah terlanjur viral. Jadi kami luruskan,” bebernya.

Ia mengungkapkan persoalan ini cukup panjang untuk dibeberkan mengingat persoalan ini bukan persoalan baru melainkan sudah muncul sejak tahun 2017.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved