Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Konflik Plasma Sawit, Pemkab dan Polres Bulungan Bertemu 18 Perwakilan Warga Desa dari 4 Kecamatan

Konflik Plasma Sawit, Pemkab dan Polres Bulungan bertemu 18 perwakilan warga desa dari 4 kecamatan.

TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona Dan Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala Saat Mendengarkan Keluhan Para Perwakilan Masyarakat Desa Setempat Rabu (24/11/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI). 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Konflik plasma sawit, Pemkab dan Polres Bulungan bertemu 18 perwakilan warga desa dari 4 kecamatan.

Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala dan Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona bertemu dengan para anggota Organisasi Masyarakat Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), serta perwakilan warga dari 18 Desa di 4 Kecamatan yaitu Tanjung Palas, Tanjung Palas Barat, Peso, Peso Hilir dalam ruangan rapat PT Inti Selaras Perkasa Bulungan.

Baca juga: Profil Parlagutan Simanjuntak, 35 Tahun jadi Polisi di Tanah Rantau, Awali Karir di Polres Bulungan

"Semua niat baik kita di sini,saling menyampaikan edukasi, tukar pikiran tentang hukum negara, hukum adat, serta menampung bersama-sama tuntutan mereka mengenai masalah perkebunan sawit ini,"ungkapnya Rabu (24/11/2021).

AKBP Ronaldo Maradona juga mendengarkan tuntutan para perwakilan masyarakat desa tentang plasma sawit sebesar 20 persen dari perusahaan kelapa sawit PT Gawi Plantations.

"Tapi kalau ada masyarakat yang menuntut menurut keinginan pribadi di atas hukum negara, dengan posisi saya Kapolres pasti akan tindak," ucapnya.

Menurut AKBP Ronaldo, kedudukan aparat dan masyarakat sama-sama melindungi serta tidak saling terprovokasi tentang pemberitaan tidak benar.

"Pihak perwakilan warga desa, sudah menyampaikan aspirasi mereka dengan data-datanya, namun alangkah baiknya, berkas tersebut bisa disampaikan lebih lanjut pada pertemuan audiensi di Kantor Bupati maka demikian tandanya perjuangan patut diapresiasi sesuai hukum negara," ucapnya.

Lebih lanjut, AKBP Ronaldo juga memberikan keterangan bahwa pernah ada kejadian aparat kepolisian lakukan penangkapan tidak ada bukti, bisa dipidana balik oleh korban.

Baca juga: Wali Kota Tarakan Hadiri Dies Natalis STIE Bulungan Tarakan, Pesan Mahasiswa Jangan Berhenti Belajar

"Pernah ada kasus polisi, pernah lakukan penyitaan, tapi tidak ada bukti kuat, seperti saksi dan lain sebagainya, itu bisa dituntut kembali oleh hukum, padahal mereka aparat hukum," ujarnya.

Sementara itu, AKBP Ronaldo Maradona, sudah memberikan tugas kepada tim penyidik untuk mengawal berkas data masyarakat warga desa untuk dijelaskan pada pertemuan selanjutnya bersama Bupati Bulungan dan perusahaan PT Gawi Plantations.

"Kami harap, permasalahan plasma sawit ini, bisa dapat titik penyelesaiannya, apapun potensi pelanggarannya, mari bahas hal ini, kami terbuka tidak ada yang ditutup-tutupi, sehingga hukum negara dan pidana yang menentukan," ujarnya.

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved