Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Disdik Nunukan Minta Pemerintah Luluskan Peserta PPPK, Junaidi: Garuda di Dadaku Ringgit di Dompetku

Kadisdikbud Nunukan minta pemerintah luluskan peserta PPPK gelombang kedua, Junaidi: Garuda di dadaku, Ringgit di dompetku.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
HO/ Frangky guru honorer
Peserta PPPK di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan menuliskan curhatan agar dibaca oleh Presiden Jokowi, belum lama ini. (HO/ Frangky guru honorer) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kadisdikbud Nunukan minta pemerintah luluskan peserta PPPK gelombang kedua, Junaidi: Garuda di dadaku, Ringgit di dompetku.

Khawatir nasionalisme guru honorer di perbatasan RI-Malaysia luntur, Kadisdikbud Nunukan, Junaidi minta pemerintah luluskan peserta PPPK gelombang kedua.

Junaidi mengatakan, jumlah keseluruhan guru honorer baik TK, PAUD, SD, dan SMP sebanyak 750 orang.

Baca juga: Dinas Perdagangan Nunukan Sebut Minyak Goreng Naik Rp 92 Ribu, Tak Ada Keluhan Warga, Ini Alasannya

Sementara itu, pemerintah daerah mengusulkan 525 formasi guru PPPK dan yang disetujui oleh BKN hanya 461 formasi. Sedangkan yang lulus tes PPPK gelombang pertama hanya 88 orang.

"Jumlah guru honorer tingkat SD yang ikuti tes PPPK ada 293 orang dan tingkat SMP ada 28 orang. Itu total dari 21 kecamatan dan 17 wilayah daerah 3T," kata Junaidi kepada TribunKaltara.com, Selasa (30/11/2021), pukul 14.30 Wita.

Junaidi menuturkan, hal itu sangat tidak adil bagi para guru honorer di perbatasan, khusunya Kabupaten Nunukan.

Lantaran, untuk sampai ke lokasi tes saja, mereka harus keluarkan uang hingga Rp5 juta per orang. Belum lagi ujian PPPK yang sempat diundur dadakan, membuat peserta yang tidak mengetahuinya, lebih dulu berangkat ke Nunukan.

"Cukup miris kalau kita hitung pendapatan mereka per bulan dengan kos yang harus mereka keluarkan saat tes kemarin. Belum lagi saat tiba di Nunukan mereka harus bayar penginapan karena tidak punya keluarga. Sempat bolak-balik 4 kali naik pesawat karena ujian diundur dadakan," ucapnya.

Baca juga: Harga Tiket Rp 255 Ribu Perorang, Ini Jadwal Speedboat Rute Nunukan-Tarakan Selasa 30 November 2021

Menjadi guru di perbatasan, kata Junaidi bukan lagi soal finansial, tapi nyawa taruhannya. Ada guru yang harus naik perahu menyusuri sungai agar bisa mengikuti tes PPPK.

Selain itu, gaji yang mereka peroleh disesuaikan dengan dana BOSDA. Dengan kata lain gaji guru honorer ditentukan dari jumlah siswa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved