Virus Corona Kaltara

Waspadai Varian Omicron, Dinkes Kaltara Kirim 2 Sampel PMI dari Nunukan ke Balitbangkes Kemenkes

Waspadai varian Omicron, Dinkes Kaltara kirim dua sampel PMI dari Nunukan ke Balitbangkes Kemenkes.

TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Jubir Satgas Covid-19 Kaltara Agust Suwandy 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Waspadai varian Omicron, Dinkes Kaltara kirim dua sampel PMI dari Nunukan ke Balitbangkes Kemenkes.

Virus Corona dengan Varian Omicron dinyatakan resmi terdeteksi di Indonesia, di mana satu orang di Jakarta dinyatakan terpapar Covid-19 dengan Varian Omicron.

Wagub Kaltara Yansen Tipa Padan sebelumnya berpesan, agar dinas terkait mewaspadai terjadinya penularan Virus Corona dengan varian baru tersebut.

Baca juga: Amankan Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Bulungan Kerahkan 388 Personel Kawal Operasi Lilin 2021

Menurut Jubir Satgas Covid-19 Agust Suwandy, pihaknya telah mengirimkan dua sampel hasil positif Covid-19 dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Nunukan, kepada pihak Balitbangkes Kemenkes untuk diuji secara whole genome sequencing (WGS).

Pengiriman sampel ini dalam rangka mengetahui secara pasti, apakah para PMI tersebut terpapar Varian Omicron atau tidak.

"Kami baru kirim dua sampel yang dari PMI, Rabu kemarin kami antar ke Balitbangkes," kata Agust Suwandy, Jumat (17/12/2021).

Kendati telah mengirimkan sampel ke Balitbangkes, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan hasil tersebut dapat keluar.

"Tapi biasanya pemeriksaan itu agak lama kalau antrian banyak, kami tidak tahu hasilnya keluar kapan, jadi kami pantau terus," terangnya.

Agust menyampaikan, berdasarkan beberapa kriteria, sampel dari PMI yang dikirimkan ke Balitbangkes cukup jauh dari dugaan Varian Omicron.

Mengingat hasil PCR dua sampel tersebut menunjukan nilai CT Value sudah di atas 30, atau sudah di masa penyembuhan.

Baca juga: Ibu Kota KTT Tetap di Tideng Pale, Ini Pusat Pemerintahan Pilihan Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali

Namun karena PMI adalah pelaku perjalanan dari luar negeri, pihaknya tetap mengirimkan sampel tersebut ke Balitbangkes Kemenkes.

"PMI di Nunukan itu masuk kriterianya karena perjalanan dari luar negeri. Tapi kalau dari kriteria lainnya, dari CT Value, dari kondisi pasien dan luasan penularan itu tidak masuk," ujarnya.

"Karena untuk pengiriman WGS juga dilihat tingkat CT Value-nya di bawah 25, kalau kemarin yang kita kirim itu sudah di atas 30, jadi menjelang sembuh. Kemungkinan ini dari kasus lama, jadi kecurigaan Omicron agak jauh, tapi karena ini dari luar negeri jadi kita waspadai," terangnya.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved