Berita Malinau Terkini

Polemik Asprov PSSI Kaltara, Hendra Radianto Ancam Tempuh Jalur Hukum, Polisikan Askab dan Askot

Babak baru polemik internal PSSI Kalimantan Utara, eks Ketua Asprov PSSI Kaltara, Hendra Radianto mengancam bawa ke jalur hukum, polisikan Askab

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Cornel Dimas Satrio
TribunKaltara.com/Mohamad Supri
Eks Ketua Asprov PSSI Kaltara, Hendra Radianto saat diwawancarai di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (20/1/2022).. (TribunKaltara.com/Mohamad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Babak baru polemik internal Asosiasi Provinsi PSSI Kalimantan Utara, eks Ketua Asprov PSSI Kaltara, Hendra Radianto mengancam bawa ke jalur hukum, polisikan Askab dan Askot.

Mantan Ketua Asprov PSSI Kaltara, Hendra Radianto berniat mengajukan upaya hukum terkait mosi tidak percaya Askab/Askot di Kaltara.

Kepada TribunKaltara.com, Hendra Radianto mengaku saat ini mempersiapkan diri menempuh jalur hukum, imbas polemik Asprov PSSI Kaltara.

Hendra Radianto menuding ada pihak-pihak yang diduga berupaya melucuti dirinya dari jabatan Ketua Asprov Kaltara tanpa alas hukum yang jelas.

"Awalnya cuma kabar angin, ada mosi tidak percaya dan ada pertemuan dan saya tidak diundang.

Hasil penelusuran kami, ada pertemuan yang melibatkan 4 Askab di Kaltara," ujarnya saat ditemui di Malinau Kota, Kamis (20/1/2022).

Menurut Hendra Radianto, mosi tidak percaya tersebut berimbas pada perintah PSSI pusat untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa.

Hendra mengatakan, pihaknya sengaja menempuh jalur hukum untuk membuka kebenaran terkait kebenaran mosi tidak percaya tersebut.

Selain itu, Hendra Radianto juga mengancam akan mempolisikan pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut dan diduga menyebarkan informasi yang dinilai keliru soal dirinya.

Saat ini, Hendra Radianto akan memasukkan dua laporan terpisah ke Polda Kaltara.

Pertama, terkait upaya pemakzulan dirinya dari Ketua Asprov PSSI Kaltara.

Kedua, terkait dugaan pencemaran nama baik.

"Dalam pertemuan tersebut ada statement bahwa saya meminta uang Rp 10 juta untuk penerbitan SK dan pelantikan Askab dalam forum itu.

Saya nyatakan tegas, saya tidak pernah minta," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved