Sabtu, 11 April 2026

Berita Bulungan Terkini

Tepis Rumor Meninggal Dunia Pasca Vaksin Covid-19, Dirut RSD Tanjung Selor Surya Tan Angkat Bicara

Tepis rumor meninggal dunia pasca vaksin Covid-19, Dirut RSD Tanjung Selor Surya Tan angkat bicara.

Penulis: - | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Direktur RSD dr. H. Soemarno Sosroatdmojo Tanjung Selor, sekaligus merupakan dokter spesialis saraf, Surya Tan (Kiri) Memakai Baju Batik Merah Corak Ukiran Putih di dampingi staffnya (Kanan) (TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI) 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Tepis rumor meninggal dunia pasca vaksin Covid-19, Dirut RSD Tanjung Selor Surya Tan angkat bicara.

Akibat suntik vaksin dosis 1 jenis Pfitzer oleh Almarhum Herman Efendy (28) dua bulan lalu, pada Minggu (15/11/2021) hingga menyebabkan meninggal dunia pukul 18.20 Wita kemarin Kamis (20/1/2022).

Direktur RSD dr. H. Soemarno Sosroatdmojo Tanjung Selor, sekaligus merupakan dokter spesialis saraf, Surya Tan pun angkat bicara bahwa, penyebab meninggal dunianya Almarhum Herman bukan akibat suntik vaksin melainkan punya riwayat penyakit.

Baca juga: Usai Dua Bulan Divaksin, Seorang Tenga Honorer di Bulungan Meninggal Dunia, Begini Kronologinya 

"Jadi almarhum ini punya riwayat stroke dan dia rutin kontrol ke rumah sakit, dan kondisinya waktu itu stabil, sehingga boleh direkomendasikan suntik vaksin," ungkapnya Jumat (21/1/2022).

Saat menjalankan himbaun Surya Tan, boleh suntik, Almarhum, mengabarkan bahwa ada reaksi dalam tubuhnya.

"Setelah suntik vaksin, mengabarkan ada reaksi sistemik efek sampingnya, mual dan muntah, nyeri otot, demam naik turun, itu hal alami pada orang habis divaksin," ucapnya.

Tak hanya itu, Surya Tan juga menceritakan Almarhum sering melakukan check-up ke rumah sakit, dengan riwayat penyakit lainnya.

"Almarhum ini sering keluar masuk rumah sakit dengan membawa kabar kondisi penyakit yang lain, contohnya rahangnya patah dari persendiannya akibat berlebihan saat menguap,"ungkapnya

Dengan kejadian tersebut, Surya Tan berani menyimpulkan, bukan dasar akibat efek suntik Covid-19.

"Jadi beliau sering masuk rumah sakit bukan karena efek vaksin Covid-19, beliau ke rumah sakit karena harus jalani terapi maupun sempat operasi ringan perbaikan rahang akibat menguap," ucapnya.

Hingga sampai berobat kesekian kalinya, Surya Tan menyampaikan pernah melihat Almarhum sampai kondisi lemah fisik.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kaltara, Jumat 21 Januari 2022, Tana Tidung Diprediksi Hujan Pagi hingga Malam

"Terakhir pernah datang lagi, kondisinya sudah sangat lemah fisik, sehingga kita pernah rujukkan agar di bawa ke rumah sakit tarakan supaya ditangani ahli beda di sana, namun saat kami kabari ke sana, kondisi rumah sakit penuh pasien, hingga kami tunda, dan sering komunikasikan pihak rumah sakit supaya datang ke sana," ucapnya.

Melihat kondisi makin kritis, Surya Tan pernah negosiasi kepada pihak keluarga Almarhum terkait apa mau dilakukan rawat inap atau menunggu rujukan rumah sakit di Kota Tarakan.

"Saya pernah tawarkan kepada keluarga, kondisi kritis seperti ini, keputusan ada di tangan keluarga, kita sudah upayakan untuk rawat inap di sini, kalau di rujuk harus siap melihat segala resiko yang akan menghampiri," ujarnya.

Soal Almarhum mendapat persetujuan rekomendasi suntik vaksin dari Surya Tan, karena Almarhum pada saat itu kondisi kesehatannya stabil.

Baca juga: Kebakaran Klinik Tanjung Selor, BPBD Bulungan Sebut Api Berasal dari 2 Motor Terparkir di Halaman

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved