Pilpres 2024

Pemilu 2024 Digelar 14 Februari Tepat saat Valentine, Petinggi PKS Kebakaran Jenggot, Singgung 212

Pemerintah, DPR dan KPU sepakat Pemilu 2024 digelar 14 Februari tepat saat Valentine, petinggi PKS Mardani Ali Sera kebakaran jenggot, singgung 212.

Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI - Pemungutan suara saat Pemilihan Umum (Pemilu). (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNKALTARA.COM - Pemerintah, DPR dan KPU telah sepakat pemungutan suara pemilihan umum atau Pemilu digelar pada 14 Februari 2024, petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kebakaran jenggot hingga singgung 212 di depan Mendagri Tito Karnavian.

Pemilu dan Pilpres 2024 akan dilaksanakan serentak pada 14 Februari 2024, berdasarkan hasil rapat DPR dengan Pemerintah dan KPU.

Uniknya 14 Februari identik dengan Valentine alias Hari Kasih Sayang, yang biasanya dirayakan anak muda.

Meski demikian tidak ada kaitannya antara Valentine dengan Pemilu 2024 yang akan digelar pada 14 Februari di tahun tersebut.

Dalam rapat yang dihadiri Mendagri Tito Karnavian, sejumlah pimpinan KPU, Bawaslu, dan Komisi II DPR, tanggal 14 Februari masyarakat Indonesia akan melaksanakan Pesta Demokrasi.

Tetapi kesepakatan Pemilu 2024 di tanggal tersebut, dipersoalkan oleh Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PKS itu meminta penjelasan Pemerintah terkait Pemilu 2024 yang bertepatan dengan Valentine.

Tak cuma itu, Mardani Ali Sera juga sempat menyinggung 212, lantara sempat ada opsi pelaksanaan Pemilu 2024 digelar tanggal 21 Februari di tahun tersebut.

Iapun menuntut penjelasan dari Mendagri Tito Karnavian terkait alasan Pemilu 2024 diselenggarakan pada 14 Februari atau tepat saat Valentine.

"Mungkin untuk edukasi publik KPU dan Pak Menteri awalnya kita 21 Februari itu angka yang diumumkan ke publik, sekarang kita tetapkan 14 Februari, akan sangat baik kalau diberikan penjelasan," kata Mardani Ali Sera, melansir Tribunnews.

Petinggi PKS itu berkelakar pemilihan tanggal 14 Februari untuk pelaksanaan Pemilu 2024 sengaaja dipilih lantaran bertepatan hari Valentine.

Menurutnya penjelasan Pemerintah sangat dibutuhkan agar pemilihan tanggal 14 Februari itu tidak bias di masyarakat.

"Kenapa angka 14 Februari yang kita ambil?

Saya sudah ditanya wartawan apa 21 Februari 212 apa 14 Februari itu ada Valentine, saya bilang pasti ada jawaban yang lebih ilmiah dibanding itu," ujar Mardani Ali Sera.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved